Label

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2024

SEJARAH KEJU

 


AWAL DAN PERKEMBANGANNYA
1. Awal Mula Keju :
- Zaman Prasejarah :
Keju atau Queijo (Portugis), Caseus (Latin), Cheese (Inggris) pertama kali dibuat lebih dari 7.000 tahun yang lalu, kemungkinan besar di Timur Tengah atau Asia Tengah, walaupun tidak ada bukti pasti kapan pembuatan keju pertama kali dilakukan. Sejarah keju dimulai dari masyarakat prasejarah yang mulai meninggalkan gaya hidup nomaden dan beralih menjadi beternak kambing, domba maupun sapi
- Legenda Arab :
Salah satu legenda mengisahkan seorang pedagang Arab yang membawa susu dalam kantong dari perut domba. Panas dan gerakan selama perjalanan menyebabkan susu menggumpal menjadi dadih dan whey.
2. Keju di Dunia Kuno :
- Mesir Kuno :
Bukti pembuatan keju ditemukan di makam-makam Mesir Kuno yang berusia lebih dari 4.000 tahun.
- Yunani dan Romawi :
Mitologi Yunani Kuno menyebutkan Aristaeus sebagai penemu keju. Odyssey tulisan Homer (800 SM) mengatakan bahwa Cyclops membuat keju dengan menggunakan dan menyimpan susu domba dan kambing. Keju dari susu kambing merupakan komoditas yang penting di Yunani. Orang-orang Yunani mempercayai bahwa keju dapat membuat perwira lebih kuat dan juga merupakan perangsang nafsu berahi
Bangsa Yunani dan Romawi mengembangkan keju lebih lanjut, memperkenalkan teknik baru dan beragam jenis keju. Buku Romawi "De Re Rustica" oleh Columella menjelaskan proses pembuatan keju.
3. Abad Pertengahan :
Pada periode ini, biara-biara di Eropa memainkan peran penting dalam pengembangan keju, menciptakan berbagai resep hingga kemudian lahirlah keju versi cheddar pada tahun 1500, keju parmesan pada tahun 1597, keju gouda pada tahun 1697 dan masih banyak lagi.
4. Era Modern :
Revolusi Industri membawa kemajuan dalam produksi keju, memungkinkan pembuatan massal dengan bantuan mesin. Standar keamanan pangan dan kontrol kualitas diperkenalkan.
MACAM-MACAM KEJU DARI BELAHAN DUNIA
1. Eropa :
- Cheddar (Inggris) : Keju keras yang dikenal dengan rasa tajamnya.
- Brie (Prancis) : Keju lembut dengan kulit putih dan rasa lembut.
- Gorgonzola (Italia) : Keju biru dengan rasa tajam dan berurat biru.
2. Amerika
- Monterey Jack (AS) : Keju semi-keras yang sering digunakan dalam masakan Meksiko-Amerika.
- Colby (AS) : Keju semi-lunak yang mirip dengan cheddar tetapi lebih lembut dan ringan.
3. Asia :
- Paneer (India) : Keju segar yang tidak leleh, digunakan dalam berbagai masakan India.
- Yak Cheese (Tibet) : Keju keras yang dibuat dari susu yak.
4. Timur Tengah :
- Halloumi (Siprus): Keju semi-keras yang bisa dipanggang atau digoreng tanpa meleleh.
- Labneh (Lebanon): Keju lembut yang dibuat dari yogurt yang dikentalkan.
SEJARAH KEJU DI INDONESIA
1. Pengaruh Kolonial :
Keju diperkenalkan ke Indonesia oleh penjajah Belanda. Keju Belanda seperti Edam dan Gouda menjadi populer di kalangan masyarakat lokal dan Eropa di Indonesia.
2. Produksi Lokal :
Dalam beberapa dekade terakhir, produksi keju lokal mulai berkembang. Pabrik keju pertama di Indonesia dibangun pada tahun 1970-an.
3. Keju di Masa Kini :
Saat ini, keju digunakan dalam berbagai masakan modern di Indonesia, baik sebagai bahan utama maupun tambahan.
KEJU KHAS INDONESIA
1. Dangke :
Keju tradisional dari Sulawesi Selatan, terbuat dari susu kerbau atau sapi yang dikentalkan dengan jus pepaya. Dangke memiliki tekstur yang mirip dengan keju cottage dan biasanya dimakan segar.
2. Keju Boyolali :
Diproduksi di Boyolali, Jawa Tengah, keju ini mulai dikenal dengan produk-produk susu lokalnya, termasuk keju cheddar dan mozzarella, keju yang terkenal merk Indrakila.
3. Keju Senduro :
Berasal dari Lumajang, Jawa Timur, keju ini dibuat dari susu sapi lokal dan memiliki rasa yang khas.
4. Dali Ni Horbo (Batak) :
Keju tradisional dari Sumatera Utara yang dibuat dari susu kerbau dengan metode fermentasi khas suku Batak.
5. Madree keju dari kacang mete :
Keju merk Madree yang dibuat dengan bahan dasar mete, memberikan cita rasa yang unik dan khas, cocok untuk vegetarian karena tidak mengandung susu. Keju ini adalah kreasi dari Ariana warga Jogja.
6. Keju Hitam Putih :
Keju hitam putih menggunakaan abu tempurung sebagai sumber rasa pada keju. Informasi nya keju ini diciptakan oleh warga Bali yaitu Ayu Linggih.
Referensi :
1. Fox, P. F., McSweeney, P. L. H., Cogan, T. M., & Guinee, T. P. (2000). "Fundamentals of Cheese Science". Aspen Publishers.
2. Kindstedt, P. S. (2012). "Cheese and Culture: A History of Cheese and its Place in Western Civilization". Chelsea Green Publishing.
3. Hidayat, I. (2020). "Dari Dangke hingga Keju Mozzarella: Melihat Kekayaan Keju Nusantara" Tirto.id.


Selasa, 09 Juli 2024

ASAL USUL DAN PERSEBARAN MANUSIA DI PASIFIK

 


Selama saya mengasuh kuliah teori antropologi, dan setelah baca buku-buku antropologi tentang teori evolusi, migrasi dan difusi muncul jiwa pemberontakan dalam diri saya, bahwa teori evolusi ala Barat /modern tentang asal usul dan migrasi manusia di wilayah ini tidak bisa diterima sepenuhnya. Karena ada alasan-alasan mendasar, beberapa diantara sebagai berikut:
Pertama, bukti-bukti yang mereka ajukan tidak konsisten dan limit waktu yang telah ditentukan selalu berubah-ubah sesuai dengan usia penemuan materi baru.
Kedua, penemuan tengkorak dan materi arkeologi dan antropologi fisik tentang fosil dilakukan melalui petunjuk yang diberikan oleh masyarakat asli setempat sebagai pemilik sejarah warisan tersebut. Artinya penemuan materi itu bukan sesuatu hal yang baru, tetapi sudah tersimpan bertahun-tahun oleh masyarakat pemilik budaya tersebut. Arkeolog hanya datang, mengambil benda yang dimiliki oleh masyarakat dan menentukan usia melalui analisa tertentu.
Ketiga, dalam etnografi yang digambarkan jelas, tetapi kesimpulan yang diambil selalu dibelokan.
Keempat, teori migrasi yang dibangun ke Pasifik dan Australia mengikuti jalur yang pernah di lewati oleh kolonial Eropa demi kepentingan kolonialisme mereka, maka ini dinilai sebagai teori pembenaran kolonialisme itu.
Kelima, teori Trihibrid oleh Birdsell tentang tiga gelombang migrasi manusia dari Sundaland ke Sahuland tidak terbukti secara materi baik, materi arkeologi maupun hubungan genetik, karena itu banyak antropolog tolak teori ini. Birdsell sendiri tidak menunjukkan bukti-buktinya. Dalam rangka untuk membuktikan teori itu, studi genetik tahun 2022 yang melibatkan banyak ahli dari berbagai universitas dengan sampel dari Asia, New Guinea dan Aborigin Australia, menemukan tidak ada hubungan genetik antara Asia dengan Aborigin dan Papua. Aborigin dan Papua konsisten 90-100 persen independent, tidak terhubung dengan Asia. Ada hubungan DNA Eropa dan Asia ditemukan di Australia dan New Guinea itu setelah kontak dengan Eropa, dan lebih jauh ke belakang adalah terkait kontak dengan penutur Austronesia. Dengan itu, studi ini menyimpulkan bahwa tidak pernah terjadi gelombang migrasi satu, dua dan tiga seperti disebutkan oleh Birdsell dalam teori Trihibridnya tentang gelombang migrasi tiga ras itu yakni: ras Oseanik Negritos dari Andama, Malasya dan Filipina; ras Carpertarians dari India; dan ras Murrayan dari Ainu di Jepang. Birdsell dan ilmuwan lain selama ini klaim tiga ras itu menurunkan orang Papua dan Aborigin saat ini. Penelitian terbaru ini membuktikan bahwa orang Aborigin dan Melanesia menempati wilayah mereka hanya sekali, sejak mereka ada di Benua Sahul.
Keenam, tahun 2008 ada hominid baru ditemukan di Siberia, tangan kelangkang dari seorang gadis kecil yang diberi nama Denisovan sesuai nama gua tempat penemuan tulang itu. Denisovan adalah seorang gadis yang usianya diperkirakan 40.000 tahun. Para ahli perkirakan sekitar, 2,7-5% genetik homo ini ditemukan diantara penduduk yang mendiami di pulau-pulau pantai utara New Guinea, tetapi di tanah besar New Guinea tidak ditemukan hubungan genetik dengan Homo ini. Hal ini masuk akal karena proses migrasi penutur Austronesia dan kompleks budaya Lapita di wilayah tersebut terjadi sejak 3.000 tahun lalu.
Sebuah studi lain adalah penemuan hominid baru tahun 2016 sebagai leluhur orang Papua Melanesia dan Aborigin di Australia. Penemuan genetik dari Homo baru ini membuktikan bahwa orang Melanesia dari Fiji ke Raja Ampat berasal dari campuran DNA homo ini, sebagian orang di Maluku dan orang asli Australia juga telah diidentifikasi keturunan dari homo yang sama ini. Mereka hubungkan dengan teori evolusi keluar dari Afrika itu, dan diperkirakan leluhur Aborigin dan Papua keluar dari Afrika 72.000 tahun lalu, dan menduduki Sahul sekitar 50.000 tahun lalu. Tetapi, teori ini bertolak belakang dengan penemuan materi di Huon yang berusia 61.000 tahun lalu. Jauh sebelum 11.000 tahun dari perkiraan teori mereka. Hal ini mengambarkan para ahli sulit menemukan asal usul orang Papua dan Aborigin, dan hanya orang asli Papua dan Aborigin yang tahu rahasia ini. Akan tetapi, yang penting adalah Aborigin dan Papua berasal dari satu hominid yang belum teridentifikasi dan dinyatakan oleh para ahli sebagai keturunan manusia yang paling tertua.
Selama tiga tahun lebih, saya meneliti sejarah penciptaan dan persebaran orang Papua dan Aborigin di Australia melalui berbagai referensi dan cerita masyarakat asli. Saya merasa terheran-heran, karena semua cerita ini memiliki suatu kesamaan, bahwa leluhur orang Papua dan penduduk asli Australia itu berasal dari Pulau New Guinea. Oleh karena itu, orang Aborigin sebut New Guinea "Muggi Dowdai” atau Negeri Besar, meskipun secara realita Australia Benua besar. Tetapi, yang dlihat bukanlah ukuran benua, melainkan sejarah asal usul manusia.
Saya baca buku-buku etnografi orang pegunungan di PNG dari suku-suku kelompok Min yang pusatnya di Telefomen, atau suku-suku ke sebelah timur dari Oksapmin, Hewa, Duna, Yogaya, Hela, Enga dan Melpa, mereka menyatakan leluhur mereka berasal dari sebelah barat New Guinea. Saya juga baca buku-buku etnografi dari suku-suku di sebelah barat dataran tinggi New Guinea, seperti Lani, Damal/Amungme, Mee, dan Moni, dan mereka bilang leluhur mereka datang dari arah timur.
Semua menunjuk di bagian tengah dataran tinggi New Guinea, ini berbeda dengan sejarah di kepala burung dan pulau-pulau yang saya baca. Tetapi, di Pulau Biak misalnya ditemukan ada kesamaan, karena leluhur orang Biak sepasang suami-istri itu datang dari timur dan terdampar di sebuah bukit di Biak Utara. Meskipun Biak secara linguistik penutur bahasa Austronesia.
Setelah saya baca ini, saya ingat kembali dalam suatu seminar yang diadakan oleh DAP dan DPRP di Grand Hotel padang Bulan, dimana saya menjadi salah satu pemateri bahwa beberapa peserta dari pantai selatan khusus Asmat dan beberapa dari pantai Utara mengatakan bahwa leluhur mereka turun dari gunung. Kisah ini sama dengan buku etnografi yang saya baca tentang orang Waropen, sebagian klen mereka turun dari pedalaman.
Selain itu, saya juga menemukan banyak klen yang sama tersebar di banyak suku yang secara geografis perjauhan, seperti klen Giay di Paniai dan Genyem, Kambu di Ayamaru dan Sentani, klen Sama di Yalimu, suku Mek, Boven Digul dan Bade di suku Yaghai, klen Wenda/Wonda di suku Lani dan Wanda di Serui/Wandamen, klen Malo di Pegununggan Bintang dan di Genyem, Klen Wanane di Maybrad, Wanahe di Moor Nabire, dan Wanena di suku Lani di Puncak, ada klen Mawen di Marind dan klen Mawel/mabel di Hubula, Yali dan Walak, Alua di lembah Balim dan Yali, Olua di Sentani, dll. Meskipun, kadang berbeda dengan sejarah penciptaan dari tiap suku yang ada, tetapi menurut saya perbedaan itu sebagai proses evolusi, adaptasi alam, dan proses akulturasi.
Berdasarkan itu, kesimpulan sementara saya bahwa leluhur orang Papua itu pertama kali muncul di salah satu tempat di dataran tinggi New Guinea kemudian tersebar ke seluruh Melanesia, Australia, Polinesia dan Mikronesia, termasuk ke Maluku dan Timor, khusus penduduk yang berbicara bahasa Papua seperti di Alor dan 10 etnik di Halmahera Utara.
Saya sebut Polinesia dan Mikronesia, karena hampir semua buku etnografi yang saya baca tentang etnik dan ras di Polinesia dan Mikronesia mengatakan banyak materi yang ditemukan di wilayah-wilayah itu adalah fosil orang Papua. Di Kuam dan Republik Mikronesia misalnya, ada banyak penemuan tengkorak orang Papua, dan ada ciri bercampuran antara ras Papua dengan Mikronesia. Di pulau Ester paling ujung timur dari Polinesia ditemukan tengkorak orang Papua berusia 30.000 tahun dan ada ciri-ciri percampuran Papua dan Polinesia di sana. Di pulau utara Selandia Baru misalnya, penemuan tengkorak 46% yang berusia 40.000 tahun adalah tengkorak orang kulit hitam. Jadi, jelas bahwa sebelum leluhur Polinesia dan Mikronesia saat ini, wilayah-wilayah itu telah dihuni orang Melanesia.
Berdasarkan studi literatur selama tiga tahun lebih ini, kesimpulan sementara, saya digambarkan dalam Gambar di bawah ini. Bila ada yang ingin berdebat silahkan.
Mengapa digambarkan demikian? Teori evolusi belum selesai, para ahli masih berdebat teori monogenesis dan Poligenesis, ada penemuan Hominid yang berbeda di wilayah yang berbeda, teori migrasi lebih banyak dihubungkan di pesisir dan pulau, tetapi populasi asli di berbagai pulau dan benua konsisten mendiami pedalaman, banyak fosil yang ditemukan dari daerah pesisir, tetapi belum banyak yang ditemukan di pedalaman. Para ahli melihat sesuatu dari luar, menduga-duga, seperti seorang asal pegunungan Papua turun ke Danau Sentani, duduk di pinggir danau itu dan mengatakan ada babi besar hidup dalam Danau Sentani. Ia tidak tahu kalau di dalam Danau Sentani ada berbagai jenis ikan. Itulah yang ditulis oleh ahli tentang asal-usul manusia Melanesia, Australia dan Pasifik.
Maka kesimpulan limit waktu yang ditentukan oleh ahli arkeologi adalah penemuan fosil dan materi dari pesisir pantai, yang baru terjadi beberapa ribu tahun lalu. Ini juga kita bisa dihubungkan jauh ke belakang di masa klasial, pemisahkan pulau satu dengan lain dari benua pangea akibat pencairan es, dan penghuni di pulau-pulau itu, ada arus migrasi di pesisir dan ada pemukim asli tetap di pedalaman. Teori ini, kita di Melanesia jelas ada migrasi penutur Austronesia dan proto Melanesia sebagai penduduk asli, ada percampuran di pulau-pulau pantai utara, Polinesia, Mikronesia termasuk Maluku antara penutur bahasa Papua dan Austronesia.
Migrasi yang berkaitan dengan penutur Austronesia dan sebaran budaya Lapita jelas, dan tidak diberdebatkan, proto Melanesia dan Aborigin tidak berkaitan dengan itu. Teori evolusi tentang asal usul manusia dan sejarah persebaran yang dibahas ini adalah dalam konteks terakhir ini, orang Papua-Melanesia yang penutur bahasa Papua dan orang Aborigin Australia sebelum kontak dengan Eropa dan Asia. Apa yang digambarkan dalam gambarkan di bawah ini berangkat dari teori-teori orang asli Papua dari berbagai suku di New Guinea bahwa leluhur mereka tidak datang dari luar New Guina. Teori-teori mereka didasari dengan sejarah penciptaan dan persebaran yang diwariskan secara rahasia karena suci dan sakral, itu diwariskan hanya kepada orang tertentu yang dianggap bisa menjaga rahasia. Teori orang asli Melanesia mendapat dukungan dengan sebaran bahasa Papua, penemuan fosil dan tengkorak manusia yang ditemukan oleh antropologi dan arkeologi, penemuan hominid dan DNA yang terisolasi. Meteri-materi itu telah membuktikan bahwa teori asli orang-orang Papua itu mendapat dukungan kebenaran ilmiah.


Senin, 08 Juli 2024

Asal usul suku dayak original indonesia

 

Suku Dayak ( /ˈdaɪ.ək/ simak; ejaan lama: Dajak atau Dyak) adalah suku bangsa atau kelompok multi etnik yang mendiami pedalaman Pulau Kalimantan. Kata "daya" serumpun dengan misalnya kata "raya" dalam nama "Toraya" yang berarti "orang (di) atas, orang hulu".
Secara umum kebanyakan penduduk kepulauan Nusantara adalah penutur bahasa Austronesia. Saat ini teori dominan adalah yang dikemukakan linguis seperti Peter Bellwood dan Blust, yaitu bahwa tempat asal bahasa Austronesia adalah Taiwan. Sekitar 4 000 tahun lalu, sekelompok orang Austronesia mulai bermigrasi ke Filipina. Kira-kira 500 tahun kemudian, ada kelompok yang mulai bermigrasi ke selatan menuju kepulauan Indonesia sekarang, dan ke timur menuju Pasifik.
Namun orang Austronesia ini bukan penghuni pertama pulau Borneo. Antara 60.000 dan 70.000 tahun lalu, waktu permukaan laut 120 atau 150 meter lebih rendah dari sekarang dan kepulauan Indonesia berupa daratan (para geolog menyebut daratan ini "Sunda"), manusia sempat bermigrasi dari benua Asia menuju ke selatan dan sempat mencapai benua Australia yang saat itu tidak terlalu jauh dari daratan Asia.
Dari pegunungan itulah berasal sungai-sungai besar seluruh Kalimantan. Diperkirakan, dalam rentang waktu yang lama, mereka harus menyebar menelusuri sungai-sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan. Tetek Tahtum menceritakan migrasi suku Dayak Ngaju dari daerah perhuluan sungai-sungai menuju daerah hilir sungai-sungai.
Di daerah selatan Kalimantan Suku Dayak pernah membangun sebuah kerajaan. Dalam tradisi lisan Dayak di daerah itu sering disebut Nansarunai Usak Jawa, yakni kerajaan Nansarunai dari Dayak Maanyan yang dihancurkan oleh Majapahit, yang diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1389. Kejadian tersebut mengakibatkan suku Dayak Maanyan terdesak dan terpencar, sebagian masuk daerah pedalaman ke wilayah suku Dayak Lawangan. Arus besar berikutnya terjadi pada saat pengaruh Islam yang berasal dari kerajaan Demak bersama masuknya para pedagang Melayu (sekitar tahun 1520).
Sebagian besar suku Dayak di wilayah selatan dan timur kalimantan yang memeluk Islam keluar dari suku Dayak dan tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Dayak karena adanya pengaruh budaya, bahasa, adat bahkan DNA/genetika yang sangat kuat dari para pendatang karena adanya akumulasi. Hal ini membuat perbauran/akulturasi suatu suku sehingga membentuk budaya baru yang kemudian menjadi suku yang mandiri/melahirkan etnis tersendiri. Walau begitu, orang Dayak yang hanya memeluk Islam tetap teguh dengan Dayaknya mereka tetap lah Dayak tetapi disebut sebagai orang Senganan/Dayak Senganan (kecuali orang-orang Dayak yang berakulturasi yang akhirnya melahirkan kebudayaan/suku baru yang bukan bagian dari Dayak lagi) tetapi biar begitu asal-usul mereka ya tetaplah Dayak.


Minggu, 07 Juli 2024

KERAJAAN MULAWARMAN BUKAN YG TERTUA DI NUSANTARA

 


Selama ini kita mengetahui dalam sejarah bahwa kerajaan Mulawarman atau yg dikenal Kutai Mulawarman adlah kerajaan tertua di Nusantara. Tapi baru2 ini ada teori yg dasarnya dari dalam Kitab Negarakertagaman, ditemukan istilah 'Kandis' yang disebut sebagai salah satu wilayah taklukkan Kerajaan Majapahit.
Kerajaan Kandis diprediksi mungkin ada pada abad ke-1 SM.
Hal ini tentu mematahkan teori yang menyebutkan bahwa Kutai adalah kerajaan pertama di wilayah Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 M.
Benarkah demikian?
Para peneliti masih meragukan keberadaan kerajaan ini, karena penelitian dan jejak sejarah dari kerajaan ini masih belum banyak dilakukan.
Menurut buku Pacu Jalur dan Upacara Pelengkapnya karangan Suwardi Samin, konon pendiri Kerajaan Kandis adalah seorang keturunan Alexander Agung dari Makedonia yang bernama Maharaja Diraja.
Disebutkan bahwa sesampainya di Sumatera, Maharaja Diraja mendirikan sebuah kerajaan yang dikenal dengan Kerajaan Kandis.
Ia memiliki seorang anak yang disebut Putra Maharaja Diraja bernama Darmaswara dengan gelar Mangkuto Maharaja Diraja atau Datuk Rajo Tunggal.
Datuk Rajo pun menikah dengan seorang perempuan bernama Bunda Pertiwi. Setelah sang ayah wafat, Datuk Rajo Tunggal lah yang menjadi raja di Kerajaan Kandis hingga masa-masa keruntuhannya.
Datok Rajo Tunggal dikenal sebagai sosok raja yang adil dan bijaksana. Bahkan, karena kebijaksanaannya, Kerajaan Kandis mengalami puncak kejayaan lewat hasil-hasil bumi dan tambang , dari hasil hutan, seperti damar, rotan, sarang burung layang-layang, hingga hasil bumi, seperti emas dan perak.
Sayangnya, masa kejayaan tersebut harus berakhir karena berbagai permasalahan, seperti konflik yang terjadi antara bawahan raja, perebutan kekuasaan, dan puncaknya terjadi kekalahan perang Kerajaan Kandis terhadap Kerajaan Jambi.
Kekalahan tersebut yang menyebabkan daerah Kandis diambil alih dan diubah namanya menjadi Lubuk Jambi.
Setelah kalah perang, pemuka Kerajaan Kandis berkumpul di Bukit Bakar, kecemasan akan serangan musuh, sehingga kebanyakan dari para pemuka sepakat untuk menyembunyikan Kandis dengan melakukan sumpah.
Karena hal tersebut, Kerajaan Kandis hilang dan mereka memindahkan pusat kerajaan ke Dusun Tuo. Itu sebabnya, Kerajaan Kandis hingga saat ini dikenal cukup misterius.



Adapun teori lain yang menyebutkan bahwa pembesar-pembesar Kerajaan Kandis mati terbunuh diserang oleh Raja Sintong dari Cina, dengan ekspedisinya yang dikenal oleh ekspedisi sintong.
Menurut buku Kandis dan Salakanagara adalah Kerajaan Tertua di Nusantara karangan Erik Hariansah, tempat berlabuhnya kapal Raja Sintong, dinamakan dengan Sintonga.
Setelah mengalahkan Kandis, Raja Sintong beserta prajuritnya melanjutkan perjalanan ke Jambi.
Lebih lanjut, disebutkan juga bahwa negeri rantau Kuantan yang diperkirakan berdiri abad 8 M pada awalnya adalah wilayah suatu kerajaan Kandis.
Hal tersebut dibuktikan dari sumber-sumber tertulis maupun dari cerita rakyat sekitar.
Untuk benar tidaknya kita bisa menunggu apakah ada bukti2 dari situs arkeolog maupun manuskrip tua yg dapat membuktikan itu.