Selasa, 26 Januari 2021

Fiksi vs Sejarah: cerita perjalanan ke barat mengambil kitab suci

 Fiksi vs Sejarah: cerita perjalanan ke barat mengambil kitab suci


Hello agan sis smua, ane balik lagi.

Agan sis, masih ingat gak film kera sakti & perjalanan mengambil kitab suci ke barat? Klau yg uda prna nonton, pasti uda tau. Kan dulu sempat ngehits banget film serialny sejak thn 90an di tivi 2 Indonesia, bahkan sampai yg versi tahun 2000an sampe yg film box-office jaman now. Tapi tau gak klau perjalanan ke barat mengambil kitab suci sebenarnya adalah sebuah cerita sejarah aktual yg sudah difiksikan mnjadi cerita novel sejak jaman dinasti Ming di China?

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Cerita perjalanan ke barat ini asliny adalah sebuah jurnal panjang seorang bhiksu agung dari jaman dinasti T'ang yang mengejar cita 2 suci utk bisa mengoreksi paham & dogma religi ajaran Buddha di dlm negeri yg kala itu byk disalahkaprahkan & melenceng dari dogma ortodoks. Beliau adalah mahabhiksu agung xuan zang & beliau diberikan titah oleh kaisar atas permohonan sndiri utk bisa mewujudkan cita 2 nya.

Cerita perjalanan ke barat mengambil kitab suci yg skarang banyak difilmkan adalah versi fiksi fantasi dari buku novel yg dikarang oleh seorang pengarang dari jaman dinasti Ming yg bernama Wu Cheng-en. Jadi tiga tokoh yg bukan manusia yg mengawal biksu tong itu adalah murni fiksi fantasi & mereka adalah gokong, patkai, & wucing. Berikut pula cerita para siluman yg ada dlm cerita. Tetapi biksu tong sbg tokoh utamany mmg asli & merupakan mahabhiksu xuan zang sndiri yg difiksikan identitasny.

Foto di atas memperlihatkan arca potret beliau dari perunggu yg berada di sbuah situs sejarah religi Buddhis di Xi'an China, yaitu pagoda big wild goose. Jurnal asli beliau ttg prjalanan ke barat mengambil kitab suci pun akhirnya menarik prhatian seorang pengarang dari jaman dinasti Ming utk dibuat mnjadi novel fiksi fantasi 9 abad setelah jurnal tersebut dipublikasikan & setelah beliau wafat.

Siapakah sbnrny mahabhiksu agung xuan zang?marga keluarga beliau sejak lahir bernama Chen & beliau sndiri bernama Chen Yi. Beliau lahir di kota Luoyang pada tahun 609 masehi sebagai anak bungsu dari empat bersaudara di sebuah keluarga priyayi yg mana para leluhurnya memiliki reputasi mulia sebagai abdi negara. Beliau dikatakan sejak kecil sudah sangat cerdas & sangat gemar membaca berbagai literatur religi konghucu ssuai dgn dogma keluarga.

Kendati dibesarkan dlm keluarga berpaham konghucu, Namun beliau memilih ajaran Buddha yg kmudian menuntun beliau menjadi calon bhiksu di usia remaja. Itu mungkin karena sifat beliau yg pengasih & berbudi luhur sejak masih anak - anak, berhati suci bersih, serta ia dikatakan memiliki takdir yg sgt baik dgn Buddha & ajaranny. Setelah ayah beliau meninggal dunia, beliau pun akhirnya bersama dgn seorg abangnny sama 2 meninggalkan keduniawian & tinggal di sbuah biara Buddha bernama biara kong hui brsama abangny.

Beliau pun akhirnya ditahbiskan mnjadi seorg bhiksu dgn nama xuan zang pada usia 20 thn. Sejak saat itulah ia pun smakin dekat dgn cita 2 nya utk bisa pergi ke barat mengambil kitab suci. Beliau mengutarakan perihal ini kepada kaisar Taizong dari dinasti T'ang yg kmudian dipertimbangkan lebih lanjut oleh kaisar & para menteri, juga kepala biara tpt beliau tinggal.

Akhirnya stelah melalui perundingan, kaisar mmberikan persetujuan kepada beliau utk mewujudkan cita 2 nya pergi ke barat. Beliau pun harus meninggalkan abangny & biara tpt mereka tinggal demi cita 2 nya. Di satu versi film serial kera sakti, diceritakan jika beliau berjanji kpada abangny & para bhiksu jika ia sudah kembali, maka salah satu pohon cemara yg tumbuh di halaman biara akan membengkok puncak pohonnya sbg pertanda jika beliau sudah pulang dari barat.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Foto di bawah ini adalah lukisan ilustrasi potret beliau sbg seorg bhiksu pengelana yg tidak dijumpai di versi cerita kera sakti. Beliau digambarkan sbg seorg bhiksu pengelana yg bermental baja & intelektual, namun berhati suci & berakal cerdik serta berjiwa bijaksana agar ia bisa mnghadapi brbagai aral rintang yg menghadang.

Fiksi vs Sejarah: cerita perjalanan ke barat mengambil kitab suci

Beliau melalui prjuangan yg berat dgn trayek prjalanan luar biasa panjang yg memakan waktu hingga 16 tahun dari pergi hingga pulang. Beliau melintasi berbagai negeri yg berada di seluruh Timur tengah hingga akhirnya tiba di India. Jadi secara harafiah sebenarnya perjalanan ke barat mengambil kitab suci artiny pergi ke India utk belajar ajaran Buddha secara mendalam & membawa pulang berbagai kitab suci Buddha yg msh ortodoks. Itu pun karena India dianggap sbg bagian dari dunia Barat, berlawanan dari China yg berada di dunia Timur.

Negeri prtama yg beliau datangi adalah Turpan (skrg bagian dari propinsi xinjiang di China) dgn raja dari negeri Turpan yg dgn murah hati mmberikan banyak donasi materi utk beliau sbg modal perjalanan & menstempel paspor perjalanan beliau ke negeri slanjutny. Setelah itu negeri demi negeri pun beliau lewati dengan jurnal yg beliau tulis mengenai berbagai biara dgn para bhiksu penghuni di tiap 2 negara.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Beliau pun berguru dgn byk guru bhiksu di setiap negeri yg ia kunjungi, berjiarah ke banyak tempat suci Buddha di negeri 2 tsb yg kini sudah runtuh & tdk lg eksis. Beliau juga mengumpulkan byk benda 2 suci Buddha & beberapa kitab suci penting di sepanjang perjalanan. Beliau tiba di India pada tahun 630 masehi, 3 tahun setelah beliau meninggalkan China. Beliau menghabiskan hampir seluruh waktuny di India, khususnya di biara agung Nalanda di India yg kala itu dikenal sbg pusat edukasi internasional ajaran Buddha bagi sluruh negara di benua Asia.

Beliau berguru dgn byk guru bhiksu dari India, juga ikut berpartisipasi dlm byk kgiatan para bhiksu di setiap biara yg beliau datangi. Terakhir beliau bertemu dgn seorg bhiksu agung yg dikatakan telah mendapatkan wahyu jika beliau akan datang berguru kpadanya semua esensi dari ajaran Buddha yg paling penting utk beliau bawa pulang ke China.

Beliau pulang kembali ke China melalui jalur yg brbeda dari ia pergi & disambut dgn gegap gempita kala tiba di ibukota. Kala itu dinasti T'ang masih diperintah oleh kaisar Taizong yg mmberikan ijin kpada beliau utk pergi ke barat. Saat itu beliau menepati janjiny kala kembali dari India. Beliau membawa sekitar 600 kitab Buddha ortodoks yg brbhasa sanskerta, 7 arca Buddha & 100 lebih relik sarira Buddha suci. Kaisar pun amat bersukacita brsama para bhiksu dari biara beliau tinggal.

Meskipun telah brhasil mncapai cita 2 nya, beliau tetap memutuskan utk kembali pada khidupan kebhiksuan sebagai seorg bhiksu sebagaimana beliau menolak semua jabatan kenegaraaan yg dipromosikan kaisar utkny. Semua itu agar beliau dapat fokus pada pekerjaaanny yaitu menerjemahkan setiap jilid kitab yg ia bawa dari bahasa sanskerta India menjadi bahasa Cina agar bisa dipublikasikan untuk setiap biara Buddha di dalam negeri. Beliau dibantu oleh byk murid 2 beliau di biara dan beliau giat bekerja menyumbangkan seluruh jiwa raga beliau utk menyiarkan ajaran Buddha sampai akhir hayat beliau. Beliau wafat pada tahun 664 masehi.

Kembali lagi pada cerita kera sakti, sebenarnya ada sejlh elemen yg diambil dari jurnal beliau utk dimodifikasi dlm cerita, spt keberadaan negeri wanita yg sbnrny adalah sebuah suku etnik di China yg bercorak matrilineal atau garis keturunan keibuan. Kmudian ada cerita pegunungan api yg lokasinya berdasarkan pegunungan asli di China. Kisah raja lalim yg brusaha menumpas para bhiksu Buddha berikut ajaran Buddha. Selain itu msh ada lg elemen lainny yg membtk cerita kera sakti novel karangan Wu Cheng-en.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Mahabhiksu agung xuan zang adalah satu dari beberapa bhiksu pengelana dari China yg pernah mrantau hingga ke luar negeri. Adapula mahabhiksu Fa xian & mahabhiksu Yi tsing dari China yg pernah menyambangi bumi Nusantara pada masa kerajaan Sriwijaya dgn tujuan yg sama, yaitu mendalami ajaran Buddha. Reputasi beliau dianggap sgt heroik bahkan hingga saat ini dlm sejarah Buddhisme di China & Asia Timur. Di bihar, India dibngun sebuah bangunan kuil penghormatan utk mengenang jasa 2 beliau di masa hidupny.

Di tahun 2016, sebuah film box-office asal China pun dirilis & ceritanya berdasarkan jurnal prjalanan beliau yg sudah dimodifikasi alur ceritanya.

Senin, 25 Januari 2021

Asal Usul Jurus Kemehameha, Tentang Seorang Raja Pemersatu Kepulauan Hawaii

 Kalau kamu penggemar cerita Dragon Ball pasti sudah tidak asing lagi dengan jurus Kamehameha. Bahkan jurus ini juga sering ditirukan oleh anak-anak yang menyukainya.


Karena cukup menikmati ceritanya, penonton kemungkinan besar tidak akan bertanya-tanya dari mana pembuat cerita mendapat inspirasi jurus kamehameha.

Tapi apakah kamu sudah tahu bahwa ternyata Kamehameha adalah nama seseorang yang pernah dihormati di Hawaii?

Jadi, bukan sekadar istilah yang unik dan mudah diingat, Kamehameha merupakan simbol kekuatan, persatuan, dan kepemimpinan yang adil.

Pembuat komik Dragon Ball terinspirasi saat melihat patung Kamehameha di Hawaii
Asal Usul Jurus Kemehameha, Tentang Seorang Raja Pemersatu Kepulauan Hawaii

Komik Dragon Ball pertama kali dirilis di Jepang pada tahun 1984. Komik karya Akira Toriyama memang sangat terkenal di dunia.

Bercerita tentang Son Goku yang berusaha untuk mengumpulkan tujuh bola ajaib agar keinginannya terkabul.

Son Goku punya jurus kamehameha yang ikonik dan menjadi andalannya.
Konon pada suatu hari, sebelum membuat cerita Dragon Ball, Akira Toriyama sempat berkunjung ke Hawaii dan memperhatikan patung Kamehameha.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Terinspirasi dengan kisah nyata tokoh Kamehameha, maka Akira Toriyama memakai namanya menjadi sebuah jurus yang penting untuk tokoh komiknya.

Meskipun kamehameha terkesan fiktif dan seolah-olah pertama kali muncul di komik Dragon Ball, ternyata nama sosok Kamehameha pernah disebut di dalam beberapa literatur Hawaii.

Sejak kecil sudah dibentuk jadi prajurit yang kuat dan pemberani
Asal Usul Jurus Kemehameha, Tentang Seorang Raja Pemersatu Kepulauan Hawaii

Kamehmeha adalah seorang raja yang pernah sukses menyatukan wilayah Hawaii. Diperkirakan, ia lahir pada November 1758. Ia termasuk anggota keluarga kerajaan di Kohala Utara.

Kelahirannya tidak berselang lama dengan munculnya komet Halley. Menurut kepercayaan setempat, seorang pemimpin yang lahir bersamaan dengan jatuhnya komet, maka akan mempersatukan wilayah kepulauan yang besar.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Sejak masih muda, lingkungannya sudah membentuknya jadi prajurit yang berbadan kuat, tinggi, penuh keberanian, bahkan sampai dijuluki Dewa Perang.

Salah satu bentuk keberaniannya saat masih muda adalah pertempuran yang terjadi pada tahun 1778.

Kamehameha pernah menghadapi pertempuran melawan pasukan Inggris yang dipimpin James Cook. Dalam pertempuran itulah, James Cook meregang nyawa.

Mampu menundukkan setiap kerajaan dengan kekuatan fisik dan mentalnya
Asal Usul Jurus Kemehameha, Tentang Seorang Raja Pemersatu Kepulauan Hawaii

Sejak tahun 1700-an, kepulauan Hawaii berbentuk kerajaan-kerajaan. Masing-masing pulau memiliki kerajaan dan pemerintahan sendiri. Konflik antar kerajaan sudah menjadi hal biasa.

Tapi situasinya berubah sejak kehadiran Kamehameha. Para leluhur sejak dulu sudah memberi kabar bahwa wilayahnya akan dipersatukan oleh seorang anak yang 
lahir bertepatan dengan jatuhnya benda raksasa dari langit.

Karena itu, ia dipercaya untuk menggunakan kekuatannya menghadapi banyak situasi. Usahanya yang ingin mempersatukan Hawaii dilakukan dengan terstruktur.
Dengan kekuatan fisik dan mentalnya, ia mulai menundukkan setiap kerajaan.

Masyarakat Hawaii mempercayainya untuk menjadi seorang raja yang adil
Asal Usul Jurus Kemehameha, Tentang Seorang Raja Pemersatu Kepulauan Hawaii

Tidak hanya dipercaya leluhur karena waktu kelahirannya, masyarakat pun mempercayainya. Apalagi setelah melihat Kamehameha mampu memindahkan batu yang merupakan batuan vulkanik seberat 2 ton.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Hampir semua masyarakat meyakini bahwa siapa saja yang bisa memindahnya dengan kekuatan khusus yang tidak dimiliki orang lain, maka dialah yang akan jadi pemimpin di Hawaii.

Setelah mempersatukan semua kerajaan yang ada di Hawaii, ia diangkat jadi raja yang adil. Setelah menjadi raja, gejolak terus muncul dari berbagai penjuru.

Kamehameha mampu mengatasinya sampai tutup usia di tahun 1819. Untuk mengenang jasanya, di Hawaii ada jalan raya yang diberi nama Kamehameha Highway.

Minggu, 24 Januari 2021

Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

 Plain of Jars adalah salah satu objek wisata sejarah yang dimiliki Asia Tenggara.

Meskipun sudah lama menjadi magnet wisata andalan di Laos, tapi masih banyak yang belum mengeksplorasi. Entah karena lokasinya ataupun faktor lain, termasuk keamanan.

Popularitasnya belum sebesar situs prasejarah yang ada di negara lain seperti Stonehenge di Inggris atau Chichen Itza di Meksiko.

Sejauh ini belum dipastikan peradaban kuno dari mana yang berjasa di balik pebuatan guci-guci raksasa Plain of Jars.

Sebagai peninggalan sejarah, Plain of Jars juga tak lepas dari cerita turun temurun dari masyarakatnya.

Ada ribuan guci purba yang posisinya sebagian tertimbun di tanah
Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

Sama seperti namanya, situs Plain of Jars penuh dengan ribuan guci atau bejana dari batu dalam berbagai ukuran yang posisinya sebagian tertimbun di tanah.

Terletak di Dataran Xieng Khouang, Phonsavan yang cukup jauh dari ibukota Laos, Ventiane.

Dilansir atlasobscura, ada lebih dari 90 titik di Xieng Khouang yang berisi guci batu purba dan masing-masing bisa memuat sampai 400 guci.

Guci-guci yang ada di sana kebanyakan tingginya 1 meter dan diameternya 3 meter. Untuk menuju ke tempat ini bisa ditempuh dari Vientiane, waktu tempuhnya adalah 7 jam perjalanan.

Menurut legenda setempat, pernah dijadikan untuk perayaan sekaligus pemakaman
Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

Sampai sekarang masih belum dapat diketahui dengan pasti apa fungsi guci-guci di Plain of Jars pada masa lalu. Dikutip dari lonelyplanet, satu sumber informasi yang paling banyak tersebar adalah berdasarkan legenda setempat.

Masyarakat menuturkan berdasarkan legenda setempat bahwa hamparan guci-guci dulunya adalah tempat untuk menyimpan arak beras dari penduduk untuk sebuah perayaan.

Perayaan disiapkan penduduk dalam rangka kejatuhan pemimpin kejam yang pernah menguasai wilayah negerinya.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Berkembang pula kepercayaan bahwa situs ini dimanfaatkan sebagai sarana untuk ritual pemakaman di zaman dulu, lantaran pernah ditemukan kerangka tulang manusia di dalamnya.

Dilihat dari motifnya, ada kesamaan dengan sebuah dinding batu di China
Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

Hampir semuanya tidak memiliki hiasan atau ornamen. Hanya satu saja guci yang terlihat memiliki hiasan di dalam guci berbentuk manusia.

Gambar berbentuk manusia berlutut memiliki kemiripan dengan lukisan prasejarah pada dinding batu yang ditemukan di Huashan, China.
Kemungkinan besar keduanya diciptakan pada waktu yang sama, antara 500 SM-200 Masehi.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Sempat terbengkalai  ratusan tahun, tempat ini juga pernah jadi medan peperangan saat terjadinya Perang Indochina. Sekarang Plain of Jars sudah ditetapkan menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Pernah menjadi medan perang dan banyak ditemukan ranjau di tanahnya
Pernah Jadi Medan Perang, Situs Bersejarah Plain of Jars Laos Penuh Ranjau

Memang masih ada keraguan tentang kebenaran dari cerita legenda dan kepastian soal peradaban mana yang menciptakan. Tapi kalau soal lokasinya yang menyimpan sisa-sisa perang, hal tersebut bisa dipastikan benar.

Lokasinya juga pernah beberapa kali dijatuhi bom di masa perang Indochina. Tapi beruntungnya, sebagian besar guci tidak hancur oleh ledakan ranjau.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Keselamatan guci pun tak lepas dari keyakinan pada mitos. Penduduk setempat memiliki keyakinan bahwa situs Plain of Jars selamat lantaran dindungi pasukan jin yang mendiami tempat itu.

Meski banyak yang selamat dari kerusakan, kabarnya masih ada sisa-sisa ranjau yang terkubur tanah. Tapi tenang saja saat mengunjunginya, karena ranjau perang kini sudah tidak aktif dan tidak akan meledak lagi.

Sabtu, 23 Januari 2021

Gua Ek Luntie, Saksi Bisu Tsunami Purba di Aceh Sejak Ribuan Tahun Lalu

 Peristiwa tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 sepertinya masih membekas di ingatan banyak orang. Tapi sebenarnya, tsunami di Aceh tidak hanya terjadi satu kali. Pesisir Aceh telah berulang kali diterjang tsunami.


Gua Ek Luntie di menjadi bukti pernah adanya tsunami purba di Aceh. Sesuai namanya, tsunami purba sudah terjadi sejak ribuan tahun.
Para peneliti sudah berhasil menemukan fakta penting berdasarkan kondisi alam yang ada di gua.

Menjadi lokasi penelitian tsunami di Aceh selain wilayah pesisir pantai
Gua Ek Luntie, Saksi Bisu Tsunami Purba di Aceh Sejak Ribuan Tahun Lalu

Para peneliti di beberapa bidang ilmu kebumian telah berusaha menelusuri riwayat tsunami di Aceh di zaman purba.

Permukaan tanah yang naik turun karena gempa juga berpengaruh pada perubahan bentuk terumbu karang di sepanjang pantai.

Pada umumnya memang pesisir pantai di saat tenang adalah tempat ideal untuk melakukan penelitian tentang tsunami di masa lalu. Endapan tsunami di masa lalu tidak mudah terkena erosi oleh air laut.

Tidak hanya di pantai, jejak tsunami di masa lalu juga ditemukan di Gua Ek Luntie. Karena itu, penelitian tsunami juga dilakukan dengan fokus di Gua Ek Luntie.

Sebagai salah satu upaya agar masyarakat lebih tanggap bencana, wilayah Gua Ek Luntie dibentuk menjadi geopark tsunami dan tidak ada pemukiman di sekitarnya.

Terdapat lapisan tanah dan endapan lumpur dengan kedalaman berbeda-beda
Gua Ek Luntie, Saksi Bisu Tsunami Purba di Aceh Sejak Ribuan Tahun Lalu

Gua Ek Luntie yang lebih dikenal sebagai gua tsunami purba (paleotsunami) berlokasi di Meunasah Lhok, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

Gerbang untuk memasuki gua berbentuk horisontal yang ukurannya sekitar 5 x 8 m. Dengan sedikit penerangan lampu, orang yang masuk ke dalamnya bisa langsung menginjak lapisan tanah yang bercampur endapan lumpur.

Sebelum diteliti, lapisan tanah di Gua Ek Luntie dengan kedalaman yang berbeda-beda pernah dibiarkan begitu saja bertahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan sampel yang diteliti, diperoleh beberapa lapisan yang mengandung lumpur, pasir, dan air yang dahulu pernah terseret masuk ke gua saat peristiwa tsunami.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Ada lebih dari 14 peristiwa tsunami purba yang pernah terjadi di Aceh
Gua Ek Luntie, Saksi Bisu Tsunami Purba di Aceh Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejauh ini, Gua Ek Luntie menjadi satu-satunya objek paleotsunami yang sudah berhasil diteliti di Indonesia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari beberapa disiplin ilmu, sisa-sisa tsunami pada zaman purba berhasil ditemukan.

Beberapa kubangan air di bawah tanah dalam gua juga terdiri atas campuran air laut dan air tanah. Lumpur yang mengendap juga memiliki umur yang berbeda.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Menurut para peneliti dari Universitas Syah Kuala Aceh dan Nanyang Technological University Singapura, ada lebih dari 14 peristiwa tsunami purba yang pernah menghantam Aceh.

Di antara semua tsunami di Aceh, enam yang terbesar pernah terjadi pada tahun 900, 1349, 1450, 1797, 1833, dan 2004.

Informasi yang ditemukan diharapkan bisa membuat masyarakat lebih siap menghadapi bencana
Gua Ek Luntie, Saksi Bisu Tsunami Purba di Aceh Sejak Ribuan Tahun Lalu

Sejumlah informasi tentang siklus terjadinya tsunami Aceh yang tidak teratur dianalisis berdasarkan endapan struktur tanah.

Bukan hanya sebatas informasi atau angka-angka, tapi hal ini diharapkan menjadi kesadaran baru bagi warga Aceh.

CARA MUDAH MENDAPATKAN PENGHASILAN TAMBAHAN KLIK DISINI

Temuan fakta di Gua Ek Luntie bisa menjadi pengingat tersendiri bahwa siklus tsunami tidak teratur, artinya bisa datang kapan saja.

Para peneliti dan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga berkoordinasi untuk meningkatkan kesadaran tentang mitigasi bencana.


Sehingga tsunami Aceh tidak hanya menjadi peristiwa yang menelan banyak korban, tapi juga memahami cara menghadapi dan mengatasinya.