Rabu, 11 Oktober 2023

Mengapa jari tangan jadi keriput setelah mandi atau berenang cukup lama

 Mengapa jari tangan dan kaki menjadi keriput dan berubah warna setelah berendam di kolam renang atau mandi? – Raymond Y., usia 12 tahun, Bothell, Washington


Kulit adalah organ yang mengagumkan dan aneh. Sebagai organ terbesar dalam tubuh, kulit melakukan banyak hal untuk menjaga kita, melindungi kita dari dunia luar seperti sinar matahari, bahan kimia yang keras, kuman-kuman jahat, dan udara dingin. Dan semua itu dilakukannya sambil menjaga air tetap berada di dalam tubuh dan memungkinkan indera peraba.

Saya seorang ahli biomedis. Saya dan tim peneliti saya mencoba untuk lebih memahami mekanisme dan fungsi jaringan biologis yang lembut.

Kita tahu bahwa kulit akan berkerut seiring bertambahnya usia atau saat kita mencubitnya di antara dua jari. Namun, saat ini masih menjadi misteri mengapa kulit menjadi keriput dan bahkan terkadang berubah warna setelah kita mandi terlalu lama atau menghabiskan waktu berlebihan di kolam renang.

Seringkali orang beranggapan bahwa kerutan ini terbentuk karena kulit menyerap air, yang membuatnya membengkak dan mengerut. Sejujurnya, saya juga berpikir demikian untuk waktu yang lama.

Namun, para peneliti pada 1930-an menemukan bahwa pada orang yang mengalami kerusakan saraf pada jari-jari mereka, kerutan pasca mandi tidak terbentuk. Jari-jari yang berkerut tidak mungkin hanya disebabkan oleh penyerapan air, atau ini akan menjadi fenomena universal, tidak peduli seberapa baik saraf kita bekerja atau tidak bekerja.

Jadi, jika bukan karena pembengkakan akibat air, lalu apa yang terjadi di balik jari tangan dan kaki yang keriput setelah berenang dalam waktu yang lama? Para ilmuwan baru-baru ini menemukan jawabannya.



Sinyal saraf untuk pembuluh darah yang menyempit

Untuk menjelaskan apa yang terjadi, pertama-tama kita perlu mengetahui sedikit tentang sistem saraf otonom - bagian tak sadar dari cara kerja tubuh kita. Fungsi-fungsi seperti bernapas, berkedip, jantung yang memompa, atau pupil mata yang mengerut saat terkena sinar matahari, semuanya terjadi tanpa perlu kita kendalikan secara sadar, berkat sistem saraf otonom.

Sistem ini juga secara otomatis mengontrol ekspansi dan kontraksi pembuluh darah kita. Biasanya, suhu, obat-obatan atau apa yang dimakan atau diminum dapat menyebabkan pembuluh darah untuk mengembang atau mengempis. Pikirkan bagaimana kulit dapat memerah dengan sendirinya ketika kamu pergi keluar di hari yang panas, berolahraga, atau bahkan memerah.

Kontraksi pembuluh darah ini juga yang menyebabkan kulit menjadi keriput setelah berenang dalam waktu yang lama.

Ketika tangan dan kaki bersentuhan dengan air selama lebih dari beberapa menit, saluran keringat di kulit akan terbuka, sehingga memungkinkan air mengalir ke jaringan kulit. Air yang masuk ini akan mengurangi proporsi garam di dalam kulit. Serabut saraf mengirimkan pesan tentang kadar garam yang lebih rendah ke otak dan sistem saraf otonom merespons dengan menyempitkan pembuluh darah.

Penyempitan pembuluh darah menyebabkan volume kulit secara keseluruhan berkurang, mengerutkan kulit ke dalam pola kerutan yang berbeda. Ini seperti bagaimana anggur yang mengering menjadi kismis yang berkerut - kehilangan lebih banyak volume daripada luas permukaannya.

Penyempitan pembuluh darah ini juga menyebabkan kulit menjadi lebih pucat - kebalikan dari apa yang terjadi ketika kulit menjadi lebih merah saat berendam di air panas, karena pembuluh darah melebar. Perubahan warna ini sedikit lebih jelas pada orang yang berkulit lebih terang.

Pada kerusakan saraf, penyempitan ini tidak terjadi. Pembuluh darah tidak pernah mendapatkan pesan untuk menyempit, sehingga kerutan tidak akan pernah terjadi meskipun kamu berendam dalam waktu yang sangat lama. 



Keuntungan dari jari tangan atau kaki yang berkerut


Namun, apakah kulit yang berkerut saat basah ini memiliki manfaat?

Para peneliti telah menemukan bahwa kulit yang berkerut memiliki cengkeraman tambahan di bawah air dibandingkan dengan kulit yang tidak berkerut. Genggaman yang lebih baik memungkinkan kita menggenggam benda dengan lebih kuat. Hal ini membuat berjalan di sepanjang permukaan bawah air menjadi lebih mudah, dengan kemungkinan terpeleset yang lebih kecil. Menurut saya, ini adalah fitur yang luar biasa yang telah berevolusi dari waktu ke waktu.

Saya dan tim peneliti saya telah melakukan penelitian untuk melihat perubahan struktur dan fungsi kulit dengan perendaman yang lama di dalam air, tetapi bukan untuk mempelajari kerutan. Kami tertarik pada analisis kulit yang dapat dilakukan untuk membantu penyelidik forensik setelah terjadi kejahatan atau bencana. Kami juga ingin mempelajari lebih lanjut tentang sindrom kaki terendam - cedera kulit yang disebabkan oleh bekerja di lingkungan yang basah dalam waktu yang lama. Cedera ini cenderung menyerang anggota militer, atau petani yang menanam tanaman di ladang yang tergenang air, seperti sawah.

Perendaman yang terlalu lama di dalam air membuat kulit lebih mudah rusak, tetapi pelemahan ini bisa memakan waktu berminggu-minggu. Hanya saja, jangan terlalu lama berada di kolam renang sehingga jari-jari berkeriputmu akan kembali normal setelah mengeringkan diri.

Mengenal Tentang Kalibrasi Oven (Enclosure)

 Kalibrasi oven adalah proses pengukuran, penyesuaian, dan verifikasi oven atau peralatan pemanas lainnya untuk memastikan bahwa mereka beroperasi dengan akurat sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan, Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa oven mampu mencapai suhu yang tepat dan menjaga stabilitas, suhu selama penggunaanya.


Kalibrasi oven sangat penting dalam berbagai aplikasi, Termasuk laboratorium, industri, dan penelitian, Karena suhu yang tepat dan stabil diperlukan untuk memastikan hasil yang akurat dan konsentrasi dalam proses pemanasan, pengeringan, atau reaksi kimia. Kalibrasi yang rutin membantu menjaga kualitas dan keakuratan oven, Serta dapat meminimalkan risiko kesalahan atau kerusakan dalam penggunaannya.


Tujuan Kalibrasi Oven

Sebagai alat yang digunakan untuk memanggang, oven memang sangat penting karena mereka memiliki pengatur suhu. Pengatur suhu inilah yang menjadi andalan dari oven. Akan tetapi, pengukuran tersebut biasanya mengalami masalah karena digunakan secara terus menerus dan dengan suhu yang panas dan juga bisa dikatakan sangat ekstrem.

Dengan adanya kalibrasi oven, maka sudah dijamin jika pengukuran suhu panas yang ada pada oven akan dengan mudah dilakukan dan dapat menghitungnya dengan tepat.

Manfaat Kalibrasi Oven

Sedangkan untuk manfaat dari kalibrasi oven adalah untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki. Biasanya memang untuk produsen oven melakukan kalibrasi sebelum mereka memasarkannya untuk bisa mendapatkan sertifikat mutu yang bagus dan sesuai dengan standar.

Akan tetapi, demi menjaga mutu bagi oven yang sudah dimiliki oleh pribadi atau industri juga harus dilakukan kalibrasi untuk mengetahui mutunya masih sama dengan awal di beli atau sudah mengalami perubahan kualitas.



Proses Kalibrasi Oven 

Proses kalibrasi oven melibatkan langkah yang perlu diikuti dengan hati-hati untuk memastikan oven beroperasi dengan akurat sesuai dengan standar atau spesifikasi yang ditetapkan, Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Persiapan Oven: Pastikan oven dalam keadaan bersih dan bebas dari debu, kotoran, residu, dan sudah stabil dalam suhu ruangan sebelum memulai kalibrasi.
2. Pengukuran Suhu Referensi: Gunakan peralatan pengukuran suhu yang akurat, seperti termometer kalibrasi atau termokopel, untuk mengukur suhu di dalam oven. Lakukan pengukuran suhu pada beberapa titik yang berbeda di dalam oven. Ini membantu mendapatkan data yang representatif tentang kinerja oven.
3. Perbandingan Dengan Standar: Bandingkan hasil pengukuran suhu oven dengan nilai suhu standar yang seharusnya dicapai oleh oven pada titik-titik tertentu. Standar suhu ini bisa berasal dari produsen oven atau lembaga kalibrasi yang independen. Perbedaan antara hasil pengukuran dan standar memberikan indikasi sejauh mana oven deviasi dari suhu yang seharusnya.
4. Penyesuaian (Jika Diperlukan): Jika hasil pengukuran menunjukkan perbedaan yang signifikan antara suhu yang diukur dan suhu standar, maka mungkin perlu melakukan penyesuaian atau perbaikan pada oven. Penyesuaian ini bisa mencakup pengaturan ulang parameter pengendalian suhu atau penggantian suku cadang yang rusak.
5. Verifikasi: Setelah penyesuaian dilakukan (jika ada), ulangi pengukuran suhu di dalam oven untuk memastikan bahwa oven sekarang mencapai suhu yang sesuai dengan standar atau spesifikasi. Sertifikasi (Jika Diperlukan): Jika diperlukan oleh persyaratan regulasi atau standar industri, hasil kalibrasi dan dokumen terkait dapat disertifikasi oleh lembaga kalibrasi yang akreditasi. Sertifikasi ini memberikan bukti keandalan kalibrasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
6. Koreksi Jika Diperlukan: Jika hasil pengukuran menujukkan perbedan signifikan antara suhu yang diukur dan suhu yang seharusnya, maka mungkin perlu dilakukan penyesuaian atau perbaikan pada oven, Hal ini bisa mencakup pengaturan ulang kontrol suhu, Penggantian suku cadang yang rusak, atau tindakan lain yang diperlukan untuk memastikan oven beroperasi dengan benar.
7. Dokumentasi: Seluruh langkah yang dilakukan selama proses kalibrasi harus didokumentasikan secara lengkap. Ini mencakup hasil pengukuran, penyesuaian (jika ada), dan tanggal kalibrasi. Dokumentasi ini penting untuk memantau kinerja oven dari waktu ke waktu dan memenuhi persyaratan regulasi dan sertifikasi (Jika Diperlukan)

Parameter dan Hasil Kalibrasi Oven

Kadar air merupakan salah satu parameter mutu benih yang ada pada label benih,sehingga kecermatan oven sepatutnya selalu dipelihara untuk menerima hasil yang valid.

Dalam pemakaian sistem mutu laboratorium yang mengacu pada SNI ISO/IEC 17025:2008 klausul 5.5.2 dinyatakan bahwa peralatan yang digunakan untuk pengujian sepatutnya mampu menghasilkan kecermatan dan spesifikasi yang disyaratkan oleh sistem pengujian.

Kelengkapan pengujian (sebelum digunakan) harus di kalibrasi atau dicek supaya peralatan pengujian tersebut memenuhi spesifikasi sistem/standar yang digunakan dan itu juga masih sama dengan alat seperti oven.

PT Global Intan Teknindo sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang system dan monitoring system, kami dapat melakukan Jasa Kalibrasi Alat dengan kualitas terbaik dan pastinya dengan harga yang bersahabat. Untuk informasi lebih lanjut terkait jasa tersebut, anda dapat hubungi kami di :

PT. Global Intan Teknindo
Alamat: Jl. Pd. Kelapa Raya No.11, RT.1/RW.4, Pd. Klp., Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13460
Whatsapp : +62 821-6277-6495 (Adhitya)
Email : askgiteknindo@gmail.com
Telp : 021-2284-3662

Sumber : Mengenal Tentang Kalibrasi Oven (Enclosure)

Cocoloba gigantifolia — Salah Satu Tumbuhan Dengan Daun XXL yang Masih Ada Saat Ini

 


Pada zaman dahulu sekitar beberapa puluh juta tahun yang lalu, penemuan daun yang berukuran sangat besar merupakan fenomena biasa. Sebab pada zaman dinosaurus ukuran pepohonan masih sangat menjulang tinggi. Hal ini disebabkan pada zaman tersebut jumlah oksigen diperkirakan 50% lebih banyak dibanding zaman sekarang. Hal ini menyebabkan pepohonan dapat tumbuh sangat baik dan dapat berukuran sangat besar.

Namun semenjak zaman dinosaurus berakhir akibat tubrukan bumi dengan meteor Chicxulub menyebabkan iklim di muka bumi berubah drastis. Berbagai macam flora dan fauna akhirnya punah karena tidak tahan terhadap perubahan iklim yang ekstrim akibat tubrukan meteor. Hal ini menyebabkan tak ada lagi pepohonan dengan dedaunan jumbo. Namun rupanya di hutan hujan Amazon telah ditemukan suatu spesies tumbuhan yang memiliki ukuran daun jumbo dan selama ini bersembunyi di sana. Penasaran seperti apa daun dari tumbuhan tersebut, yuk cermati thread berikut!




Tumbuhan yang memiliki daun XXL ini bernama Cocoloba gigantifolia. Bila dikategorikan dalam tumbuhan berdaun menyirip maka tumbuhan ini mendapat predikat sebagai tumbuhan dengan daun terbesar. Ukuran daunnya sangat jumbo bahkan dapat menutupi satu keseluruhan tubuhmu. Dalam rekornya daun dari tumbuhan ini mampu berukuran 2,5 meter. Jadi rata-rata ukuran daun dari tumbuhan ini berkisar antara 1,7-1,8 meter saat sudah dewasa.

Cocoloba gigantifoliaspesifik terdapat di Madeira River Basin pada hutan hujan Amazon dan dalam penemuannya rupanya baru-baru ini diidentifikasi. Jadi tumbuhan tersebut selama ini bersembunyi di hutan Amazon dan keberadaannya belum pernah diketahui manusia hingga tahun 2005 silam. Masalahnya pada tahun 2005 silam identifikasi molekuler belum bisa dilakukan. Sebab untuk melakukan identifikasi molekuler dibutuhkan bagian akar, daun, batang, bunga dan buah. Sayangnya pada tahun tersebut bagian yang ditemukan hanyalah pohonnya. Jadi buahnya belum ada.



Akhirnya mulai tahun 2005, biji dari tanaman ini yang ditemukan di sekitaran lokasi, mulai diuji coba dan ditumbuhkan pada ruangan terkontrol dimana selanjutnya akan dilakukan penanaman kembali. Penelitan demi penelitian selanjutnya dilakukan untuk merangsang tumbuhnya buah dari tumbuhan ini. Sehingga 13 tahun kemudian tumbuhan ini akhirnya berbuah. Jadi butuh waktu selama itu agar tanaman ini bisa dewasa dan mulai menghasilkan buah.

Tepat pada 2019 lalu bagian-bagian dari tanaman ini sudah terkumpul semua dan bisa didaftarkan pada genBank untuk meregister dan melakukan sekuensing apakah tanaman ini sudah ada sebelumnya. Rupanya tanaman ini belum pernah ada dalam database sehingga pada tahun tersebut tanaman ini diberikan nama ilmiah Cocoloba gigantifolia. Jadi tanaman ini berasal dari genus Cocoloba kemudian gigantifolia merupakan nama spesies yang diberikan oleh penemunya.



Tanaman ini mampu tumbuh setinggi 15 meter ketika sudah dewasa. Rupanya tanaman ini cukup tinggi dibandingkan tinggi pohon rata-rata dunia. Disamping itu pemanfaatan tanaman ini hingga sekarang belum jelas karena untuk menemukannya saja harus mengambilnya dari hutan terdalam amazon. Jika tanaman ini dibudidayakan secara massal mungkin daun lebarnya akan sangat bermanfaat untuk aktivitas manusia dan mungkin dapat menggantikan peran dari daun pisang. Sebab daun ini memiliki aroma yang relatif tak berbau.




Itu dia wujud dari tumbuhan dengan helai daun terbesar yang masih ada hingga saat ini. Sayangnya untuk pemanfaatanya masih sangat sulit akibat tanaman ini membutuhkan waktu 13 tahun untuk mencapai dewasa. Selain itu tanaman ini hanya menumbuhkan daun pada bagian batang teratasnya yang berarti gansis harus memanjat setinggi 15 meter untuk mengambil daunnya. Oleh karena kekurangan-kekurangan tersebut, pemanfaatan daun ini belum terpikirkan.


Sumber : Disinidan Disini