Kamis, 01 Oktober 2020

Sejarah, Adat Istiadat, Kebudayaan dan Pakaian Adat Suku Sunda

 Ngomong- ngomong tentang adat Istiadat maka Suku Sunda ini juga merupakan salah satu suku sunda yang sangat kaya dengan adat dan istiadat suku nya. 


Hingga saat ini, Suku Sunda sendiri juga masih menghargai, dan memelihara sekali peninggalan adat istiadat yang telah ditinggalkan oleh leluhur sunda pada jaman dahulu.

Nah kali ini admin akan memberikan informasi tentang suku sunda, mulai dari kebudayaan sunda sendiri, sejarah, adat dan istiadat suku sunda, dan bahasa nya sekaligus akan diterangkan pada artikel kali ini
Penasaran yaa heheh..? 

Yuk, langsung saja kita simak bersama-sama informasi yang telah ditulis pada artikel dibawah ini, selamat menyamak teman teman semua

Mengenai Tentang Sejarah Suku Sunda

Inilah Sejarah, Adat Istiadat, Kebudayaan dan Pakaian Adat Suku Sunda [TERLENGKAP]

Sunda adalah semacam nama kerajaan yang baru muncul kurang lebih pada abad yang ke-8 sebagai penerus Kerajaan Tarumanegara pada jaman dahulu. Pusat kerajaan sunda tersebut berada di daerah Kota Bogor, yang mana kota bogor ini dahulu belum menjadi kota tidak seperti sekarang ini yang sudah padat dengan penduduk dan gedung-gedung.

Sejarah Suku Sunda menjumpai fase-fase yang baru, karena arah tepi utara di Jayakarta dulu masuk kedalam kekuasaan oleh kompeni Belanda pada sejak tahun 1610, dan dari arah pelosok bagian timur itulah, masuk kedalam kekuasaan Kerajaan Mataram pada sejak tahun 1625.

Pada tahun 1949, nama sunda ini merupakan sebuah nama yang sudah lama dipakai untuk menamai daerah bagian dataran laut dibagian barat wilayah India Timur, sedangkan pada dataran-dataran bagian tenggara itu dinamai juga dengan nama Sahul
Suka Sunda merupakan kelompok suku yang asalnya dari bagian barat Pulau Jawa, di Negara Indonesia. 

Daerah tersebut juga sering disebut oleh masyarakat terdahulu itu dengan sebutan Tanah Pasundan, atau Tatar Sunda.

Sejarah Kebudayaan Suku Sunda

Inilah Sejarah, Adat Istiadat, Kebudayaan dan Pakaian Adat Suku Sunda [TERLENGKAP]


Suku Sunda sendiri juga mempunyai kebudayaan yang khas dari suku ini, yang mana Kebudayaan Sunda ini banyak memiliki daya tarik yang luar biasa oleh para wisata-wisatawan yang berkunjung kedaerah Suku Sunda tersebut.

Suku Sunda juga banyak menawarkan beberapa kesenian dan kerajinan, dan kebudayaan yang terdapat di Jawa Barat. 

Tapi apa saja kesenian, dan kebudayaan yang ada didaerah Jawa Barat itu? Karena kebudayaan dan kesenian Suku Sunda ini sangat banyak sekali serta bervariasi.

A. Pakaian Adat Khas Suku Sunda

Inilah Sejarah, Adat Istiadat, Kebudayaan dan Pakaian Adat Suku Sunda [TERLENGKAP]


Ketika sedang bergaya dengan pakaian khas sunda ini, maka penduduk sunda sudah bisa mengenali beberapa jenis pakaian adat yang didasarkan pada fungsinya masing masing, umur dan tingkatan sosial kependudukan dalam pemakainnya.

Tingkatan pemakain pada pakaian adat ini berdasarkan tingkat ekonomi sosial pemakainya, misalnya seperti pakaian adat Jawa Barat dapat dibedakan menjadi 3 jenis pakaian, seperti pakaian kaum menengah, pakaian kaum bangsawan, bahkan pakaian rakyat jelata pun juga ada.

1. Pakaian Adat Sunda Untuk Kaum Menengah Ke Atas

[b]Inilah Sejarah, Adat Istiadat, Kebudayaan dan Pakaian Adat Suku Sunda [TERLENGKAP]


Mempunyai kelas yang sangat berbeda engan para rakyat jelata, berbeda juga dengan cara tampilannya. Bagi mereka yang bisa terbilang sebagai kaum menengah ke atas dalam strata sosial yang cukup tinggi, maka pemakaian pakaian adat Jawa Barat dikhususkan dengan adanya tambahan-tambahan pernak-pernik terhadap pakaian yang dipakai tersebut.

Para lelaki atau pria selain memakai baju yang berwarna putih juga memakai alas kaki sandal tarumpah, kain kebat dengan motif batik, sabuk (beubeur), dan ikat kepala, mereka juga menggunakan rantai yang terbuat dari emas (arloji) yang akan digantungkan pada saku baju mereka sebagai simbol kelengkapan dalam berbusana adat.

2. Pakaian Adat Sunda Untuk Rakyat Jelata

Inilah Sejarah, Adat Istiadat, Kebudayaan dan Pakaian Adat Suku Sunda [TERLENGKAP]


Untuk para rakyat jelata suku sunda pada zaman dahulu, para pria-pria sunda pada masa dulu selalu menggunakan busana pakaian yang sangat sederhana sekali dan bisa dibilang seperti orang kurang mampu, mereka pria-pria itu hanya menggunakan celana komprang saja, atau celana pangsi yang mana celana mereka tersebut dilengkapi dengan kain, atau sabuk yang terbuat dari kulit.

Untuk atasan, pakaian kampret atau disebut juga salontren yang dilengkapi dengan sarung poleng, kemudian mereka selempangkan menyilang pada bagian bahu mereka itu dan tidak pernah lepas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pakaian adat suku sunda tersebut juga dilengkapi dengan penutup kepala, yang mana penutup tersebut adalah penutup kepala itu yang bernama ikat logen model hanjuan nangtung, dan menggunakan alas kaki berupa terompah yang terbuat dari kayu.

Bagi para wanita nya sendiri, juga menggunakan pakaian adat Jawa Barat yang bisa dibilang bahwa pakaian adat tersebut sangat begitu sederhana, Mereka para wanita tersebut memakai perlengkapan seperti sinjang kebat, beubeur, kamisol, kebaya, baju, dan selendang dengan motif batik adalah menjadi pilihan utama para wanita pada zaman itu.

3. Pakaian Adat Sunda Untuk Para Kaum Bangsawan

Inilah Sejarah, Adat Istiadat, Kebudayaan dan Pakaian Adat Suku Sunda [TERLENGKAP]


Untuk para kaum orang besar atau bangsawan, mereka biasa memakai pakaian adat sunda dengan begitu rapi yang memiliki simbol-simbol keagungan. Oleh karena itu, dari beberapa segi desain pakaian mereka begitu terlihat mewah dan elegant, pakaian tersebut juga terlihat sebagai pakaian adat suku sunda Jawa Barat yang paling rumit dan jarang dimiliki oleh siapapun.

Untuk para pra-pria di kaum bangsawan ini, pakaian adat sunda yang akan mereka gunakan yaitu sebuah jas tutup yang berbahan halus dan berwarna hitam yang mana jas tersebut disulam dengan benang yang terbuat dari emas yang menyusuri sampe ke tepi, dan ujung lengan nya.

Begitu juga dengan celana panjang yang mereka gunakan itu sama sekali mirip dengan baju yang mereka gunakan, kain dodot motif rengreng parang rusak, benten atau sabuk emas, bento untuk penutup kepala, dan selop hitam yang digunakan sebagai alas kaki mereka.

Bagi para wanita nya sendiri, biasanya para wanita kaum bangsawan ini sering menggunakan pakaian adat Jawa Barat yang bermodel seperti kebaya beludru yang berwarna hitam, yang disulam dengan menggunakan benang emas, kain kebat yang bermotif rereng, dan menggunakan selop yang memiliki bahan beludru dan di hiasai juga oleh sulaman manik-manik yang mewah untuk mempercantik penampilan pada baju tersebut.

Alasan Bangsa Mesir Membangun Piramida

 Alasan Bangsa Mesir Membangun Piramida


Seperti yang sudah kita ketahui bahwa di negara Mesir memang terdapat bangunan piramida yang menarik perhatian. Selain karena keindahannya, piramida tersebut juga selalu memberikan kesan misteri terkait proses pembangunannya. Banyak pro kontra yang tejadi terhadap bangunan tersebut. Ada yang beranggapan bahwa piramida yang agung itu dibangun oleh alien. Namun banyak juga yang menyangkal argumen tersebut dan percaya bahwa bangunan piramida hanya dibangun oleh manusia biasa.

Tapi disini ane gak akan ngebahas tentang konspirasi tersebut ya GanSist. Kali ini ane ingin membeberkan alasan masyarakat bangsa Mesir kala itu membangun piramida. Pasti kalian penasaran dong. Gak usah bertele-tele deh, langsung aja baca thread ini sampai habis ya!


Alasan Bangsa Mesir Membangun Piramida

Perlu diketahui kalau arsitek piramida pertama di Sakkara adalah seorang Menteri dari Raja Mesir Zoser yang bernama Imhotep. Nah, tujuan dari rancangan piramida yang dibangunnya tersebut adalah untuk melindungi mayat para raja dan juga Fir’aun yang sudah diawetkan menjadi mumi. Hal itu dilakukan agar jasadnya dapat terpelihara selamanya. Selain itu banyak juga harta yang disimpan dalam piramida agar tidak dicuri oleh pencuri makam. Makanya dalam piramida itu banyak sekali ruang-ruang penguburan yang dalam dan tersembunyi.

Apa alasan orang Mesir Kuno memelihara jasad Fir’aun di piramida? Jawabannya adalah karena mereka meyakini bahwa Fir’aun adalah Horus, anak laki-laki Ra, Dewa Matahari. Jadi, ketika Fir’aun meninggal, dia akan diseberangkan ke daratan mati, tempat dia akan dipertemukan kembali dengan ayahnya.

Karena dewa-raja mereka hidup selamanya, makanya orang-orang Mesir Kuno saat itu percaya bahwa selama mereka memelihara jasadnya, maka mereka akan diberkahi dan dilindungi, sehingga mereka akan memperoleh panen yang melimpah dan kemenangan dalam peperangan.

Alasan Bangsa Mesir Membangun Piramida

Anyway, setelah piramida pertama dibangun, beberapa piramida kemudian dibangun kembali. Dan, yang terbesar adalah piramida yang dibangun untuk Khufu. Panjang dari piramida itu di setiap sisinya adalah 230,4 meter dan tingginya 143 meter. Keempat sisinya pun menghadap tepat ke utara, selatan, timur, dan barat.

Dalam proses pembangunan piramida untuk Khufu ini, dibutuhkan banyak sekali material balok batu loh GanSist. Kira-kira ada sekitar 2,3 juta batu yang berat dari setiap batunya lebih dari 2000 kilogram alias 2 ton. Dan, yang paling mengagumkannya lagi adalah ada diantara batu tersebut yang beratnya mencapai 16 ton loh.

Selain itu jumlah pekerja yang membangun piramida ini pun ada banyak sekali. Berdasarkan catatan sejarah, ada ratusan ribu pekerja yang membangun piramida tersebut dalam rentang waktu kurang lebih 20 tahun. Lama sekali ya.

Alasan Bangsa Mesir Membangun Piramida

Nah, piramida yang paling populer adalah Piramida Agung di Giza. Piramida ini didirikan oleh Fir’aun Cheops sekitar lebih dari 4000 tahun yang lalu. Bangunan ini pun merupakan bangunan batu terbesar di dunia dan dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno yang masih dapat dilihat hingga saat ini.

Dulunya, Piramida Agung di Giza memiliki sisi-sisi yang halus. Namun sekarang ini lapisan batu terluarnya telah terkikis membentuk titian seperti yang kita lihat di zaman sekarang.

Apa Itu Kue Khontol Sapi? Jajanan Bernama Unik dari Banten

 Apa Itu Kue Khontol Sapi? Jajanan Bernama Unik dari Banten


Khontol sapi merupakan sebutan kue khas Banten yang bentuknya oval memanjang. Nama kudapan ini terbilang unik dan nyeleneh. 

Khontol sapi merupakan jajanan pasar khas Banten khususnya wilayah Serang dan Cilegon. Hal ini disampaikan oleh Imam Munandar, penggiat kuliner sekaligus pengelola akun Instagram @Explore_Serang. 

“Di daerah Serang sendiri ada juga menyebut Khontol sapi ini dengan sebutan jeledres. Kudapan baik sapi ini memang namanya cukup unik dan ekstrem karena penggunaan nama dari kelamin,” papar Imam Munandar kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2020). 

Asal mula nama Khontol sapi “Kue ini unik dari segi nama karena bentuknya memang sekilas mirip "anunya sapi" oval lebih panjang,” kata Imam yang menjelaskan kenapa hidangan ini disebut Khontol sapi. Kue Khontol sapi terbuat dari tepung beras ketan, kemudian dilumuri gula cair. Jajanan pasar ini mempunyai rasa manis gurih. 

Gula yang digunakan biasanya gula aren atau gula Jawa, serta ada juga yang pakai gula pasir. 

Tekstur kudapan ini kenyal dan padat. Sekarang kue Khontol sapi lumayan susah ditemukan. Hanya tersisa beberapa penjual Khontol sapi, itu pun sangat jarang. “Tetapi jika di perkampungan di Kota Serang dan sekitarnya masih sering dijumpai pedagang kudapan ini,” jelas Imam. Imam menuturkan bahwa orang Serang biasa menyantap Khontol sapi bersama dengan minum kopi, teh, atau minuman lain sesuai selera. 

Sajian ini bisa disantap saat sarapan maupun sore hari sambil menunggu adzan Maghrib. Selain Khontol sapi, Imam menyampaikan bahwa Banten mempunyai sejumlah kuliner khas dengan nama nyeleneh. Beberapa di antaranya adalah awug-awug, sayur belohok, kue gengsot, dan bontot.

https://www.kompas.com/food/read/202...ik-dari-banten

Minggu, 30 Agustus 2020

Pasukan Pribumi yang Digunakan Belanda di Nusantara

JayengSekar , Kesatuan Polisi Pribumi Berkuda bentukan Daendels
Pasukan kavaleri Jayengsekar justru jarang disebut dan minim info padahal perannya sbg pasukan keamanan cukup vital.
Kebetulan ada media yg cukup lengkap membahasnya.
Quote:

Polisi Khusus Bentukan Daendels
Pasukan penjaga setiap jengkal tanah di wilayah Jawa. Membangkang ketika reputasinya menanjak.


DI zaman kolonial, Tegal yang terletak di pantai utara Jawa Tengah, merupakan daerah pemasok beras ke bagian timur Nusantara. Karena punya nilai strategis, pemerintah kolonial secara khusus memproteksi kawasan ini.

Pramoedya Ananta Toer dalam Jalan Raya Pos, Jalan Daendels menyebut keamanan di kota Tegal dilakukan oleh sejenis kesatuan polisi pribumi berkuda. Mereka berseragam dan berpeci biru dengan senjata kelewang dan pistol. Kesatuan tersebut dinamai: Jayeng-sekar.

“Pasukan ini berada di bawah perintah masing-masing kepala distrik (kabupaten) tetapi di ibukota karesidenan (prefektur setara provinsi, red.) di bawah pejabat kulit putih,” tulis Pram.

Prajurit Pilihan

Dalam Kamus Sansekerta Indonesia, Jayengsekar berarti nama kesatuan prajurit kraton. Pakar sejarah militer Indonesia, Nugroho Notosutanto menyebut Jeyengsekar sebagai salah satu diantara penerus tradisi keprajuritan Indonesia dalam bentuk yang sudah dicampuri unsur-unsur Barat. Pasukan khusus ini berupa detasemen kavaleri yang dibentuk oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels. Prajurit Jayengsekar direkrut dari kalangan anak-anak elite pribumi yang tak tertampung dalam birokrasi kolonial. Mereka juga tak dapat bekerja sebagai petani karena terbentur kelas sosial.

Pada 1 September 1808, Daendels melakukan reorganisasi pemerintahan di Pantai Timur Laut Jawa dan ujung timur Jawa. Daendels tetap mempertahankan bupati sebagai penguasa tertinggi orang pribumi dan harus mengikuti perintah prefek, penguasa orang Eropa. Maka pada setiap prefektur dibentuk pasukan pengawal pribumi yang disebut Jayengsekar yang berjumlah antara 50–100 orang, tergantung dari luasnya wilayah.

Menurut Nugroho dalam Tentara Peta pada Jaman Pendudukan Jepang di Indonesia dengan memobilisasi prajurit Jayengsekar, pemerintah Belanda mencapai dua tujuan. Pertama, mencegah terjadinya pengangguran yang mungkin akan menjadi elemen berbahaya dalam masyarakat kolonial. Kedua, mereka bisa dikerahkan untuk mengisi kekurangan tenaga militer; melakukan tugas kepolisian sewaktu-waktu terjadi gejolak.

Berasal dari anak negeri pilihan, Prajurit Jayengsekar dikenal cerdas dan tangkas. Mereka mendapat pelatihan militer, senjata (bayonet, sangkur, dan pistol), dan kuda berkualitas. Penggunaan seragam dan tanda-tanda kemiliteran secara khusus kian menan dai ciri Jayengsekar sebagai polisi profesional.

Tersebar di sembilan prefektur, Jayengsekar bertugas menjaga keamanan dan melindungi warga di wilayahnya. Mereka dipimpin oleh perwiranya sendiri –berpangkat setara bupati– yang berjumlah tiga orang untuk setiap daerah komando. Sementara para bintara dan prajurit Jayengsekar diberikan pangkat setara para mantri besar dan mantri kecil agar berbeda dengan orang kebanyakan.

“Pasukan Jayengsekar akan memperoleh sejumlah petak sawah di setiap distriknya,” tulis Djoko Marihandono dalam disertasinya di Universitas Indonesia berjudul “Sentralisme Kekuasaan Pemerintahan Herman Willem Daendels di Jawa 1808–1811. “Sawah-sawah yang digunakan sebagai ganti gaji para prajurit Jayengsekar diambil dari seluruh kabupaten yang berada di bawah prefektur sesuai dengan luas tanah dan jumlah penduduknya,”

Berdasarkan pasal 25 Ordonantie den 18 Augustus 1808, Djoko Marihandono mencatat sejumlah pasukan Jayengsekar di berbagai prefektur. Untuk wilayah Tegal dibentuk 80 pasukan Jayengsekar dengan kekuatan 80 prajurit; Pekalongan 50 prajurit; Semarang 100 prajurit; Jepara 100 prajurit; Rembang 50 prajurit; Gresik 50 prajurit; Surabaya 80 prajurit; Pasuruan 100 prajurit; Sumenep 100 prajurit. Selama tiga tahun memerintah Jawa, Daendels melaporkan kepada kaisar Prancis Napoleon Bonaparte bahwa dirinya telah merekrut sebanyak 13.838 pasukan Jayengsekar.

Dibubarkan

Jayangsekar tercatat dalam berbagai palagan penting. Ketika Inggris menyerbu Jawa pada 1811, Jayengsekar ikut memperkuat pertahanan Belanda yang saat itu dipimpin Gubernur Jenderal Janssens. Dalam Pertempuran Jatingaleh di Semarang, sebanyak 50 prajurit Jayengsekar menjadi garda terakhir.

“Mereka gagah berani, namun jumlahnya tidak mencukupi,” tulis sejarawan Prancis Jean Rocher dalam Perang Napoleon di Jawa 1811: Kekalahan Memalukan Gubernur Jenderal Janssens.

Sejarawan Universitas Indonesia Saleh As'ad Djamhari juga mengungkap keterlibatan Jayangsekar dalam Perang Diponegoro. Dalam disertasinya “Stelsel Benteng dalam Pemberontakan Diponegoro 1827–1830, Saleh mencatat sebanyak satu detasemen Jayengsekar dari Tegal didatangkan untuk menghadang pasukan Diponegoro yang hendak menyerang benteng Belanda di Bagelen. Pada operasi militer lain, barisan Jayengsekar dari Kendal masuk ke dalam Kolone Mobil 11 pimpinan Mayor Michiels. Ekspedisi yang diperintahkan Jenderal de Kock tersebut bertujuan untuk merebut dan menguasai kembali wilayah Mataram, Bagelen, dan Ledok selama tahun 1828.

Begitu pula, Jayengsekar berperan dalam memadamkan kerusuhan di Cirebon pada 1830. Dalam perkembangannya, Jayengsekar menjadi kekuatan polisional yang begitu diandalkan pemerintah kolonial. Tetapi lambat laun, kemunduran terjadi pada mereka. Akibatnya disipilin pasukan memudar. Gejala pembangkangan yang mulai terlihat membuat pemerintah bersiap membubarkan Jayengsekar.

“Pasukan Jayengsekar yang merasa dirinya berjasa, akhirnya sukar dikendalikan karena merasa kedudukannya terlalu tinggi untuk menjalankan tugas-tugas polisi, sehingga mereka sebagai aparatur kepolisian sudah tidak memenuhi syarat-syarat lagi,” tulis Suparno dalam Perkembangan Kepolisian dari Zaman Klasik–Modern.

Dalam roman sejarah berjudul Semua untuk Hindia, Iksaka Banu menggurat sisi lain di balik pembangkangan pasukan Jayengsekar. Tak ada lagi kesetiaan dan rasa terimakasih dari mereka terhadap pemerintah kolonial. Mengapa? “Mereka melihat tuan-tuan mereka bukan orang terhormat yang bisa menjadi teladan. Tuan-tuan mereka memelihara gundik, melakukan kimpoi campur, serta segala bentuk kebejatan moral lain.”

Pada 1874, sebagaimana dikutip Nugroho Notosutanto dalam Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie, unit terakhir Jayengsekar dileburkan ke resimen kavaleri kolonial. Sementara Jean Rocher menyebut, kesatuan Jayengsekar yang tersisa menjadi cikal bakal pasukan elite Marsose dalam Perang Aceh.


Sumur :
https://historia.id/modern/articles/polisi-khusus-bentukan-daendels-vqjry

Perang Kemerdekaan Irlandia atau disebut juga Perang Britania

Perang Kemerdekaan Irlandia atau disebut juga Perang Britania

Perang gerilya yang terjadi di Irlandia dari 1919 hingga 1921 antara Tentara Republik Irlandia (IRA, tentara Republik Irlandia) dan pasukan Inggris: Angkatan Darat Inggris, bersama dengan koalisi-militer Royal Irish Constabulary (RIC) dan pasukan paramiliternya Auxiliaries dan Ulster Constabulary Khusus (USC). Itu adalah peningkatan periode revolusioner Irlandia ke dalam peperangan

Pada bulan April 1916, republiken Irlandia meluncurkan Paskah Meningkat melawan pemerintahan Inggris dan memproklamirkan Republik Irlandia. Meskipun hancur setelah seminggu pertempuran, Paskah Meningkat dan respon Inggris menyebabkan dukungan rakyat yang lebih besar untuk kemerdekaan Irlandia. Dalam pemilihan Desember 1918, partai republik Sinn Féin memenangkan kemenangan besar di Irlandia.

Pada 21 Januari 1919 mereka membentuk pemerintahan yang memisahkan diri (Dáil Éireann) dan mendeklarasikan kemerdekaan Irlandia. Hari itu, dua petugas RIC ditembak mati dalam penyergapan Soloheadbeg oleh relawan IRA yang bertindak atas inisiatif mereka sendiri.

Perang Kemerdekaan Irlandia

Konflik berkembang secara bertahap. Untuk sebagian besar tahun 1919, kegiatan IRA melibatkan penangkapan senjata dan membebaskan tahanan republik, sementara Dáil mulai membangun negara. Pada bulan September, pemerintah Inggris melarang Dáil dan Sinn Féin dan konflik meningkat.

IRA mulai menyergap patroli RIC dan Angkatan Darat Inggris, menyerang barak mereka dan memaksa barak yang terisolasi ditinggalkan. Pemerintah Inggris mendukung RIC dengan rekrutmen dari Inggris — Black dan Tans dan Auxiliaries — yang menjadi terkenal karena disiplin buruk dan serangan balas dendam terhadap warga sipil, beberapa di antaranya disahkan oleh pemerintah Inggris.

Dengan demikian konflik kadang-kadang disebut Perang Black dan Tan. Konflik itu juga melibatkan pembangkangan sipil, terutama penolakan para pekerja kereta api Irlandia untuk mengangkut pasukan Inggris atau pasokan militer.

Pada pertengahan 1920, kaum republikan memenangkan kendali atas sebagian besar dewan county, dan otoritas Inggris ambruk di sebagian besar wilayah selatan dan barat, memaksa pemerintah Inggris untuk memperkenalkan kekuatan darurat. Sekitar 300 orang terbunuh pada akhir 1920, tetapi konflik meningkat pada bulan November.

Pada hari Minggu Berdarah di Dublin, 21 November 1920, empat belas agen intelijen Inggris dibunuh di pagi hari; kemudian pada sore hari RIC menembaki kerumunan orang di pertandingan sepak bola Gaelic, menewaskan empat belas warga sipil dan melukai enam puluh lima.

Seminggu kemudian, tujuh belas Auxiliaries dibunuh oleh IRA di Kilmichael Ambush di County Cork. Pemerintah Inggris menyatakan darurat militer di banyak bagian selatan Irlandia.

Pusat kota Cork terbakar oleh pasukan Inggris pada bulan Desember 1920. Kekerasan terus meningkat selama tujuh bulan ke depan, ketika 1.000 orang tewas dan 4.500 republiken diinternir. Sebagian besar pertempuran terjadi di Munster (khususnya County Cork), Dublin dan Belfast, yang bersama-sama menyaksikan lebih dari 75 persen kematian akibat konflik.

Konflik di Ulster timur laut memiliki aspek sektarian. Sementara minoritas Katolik di sana kebanyakan mendukung kemerdekaan Irlandia, mayoritas Protestan sebagian besar adalah serikat / loyalis.

Perang Britania

Sebuah Constabulary Khusus dibentuk, sebagian besar terdiri dari Protestan, dan paramiliter loyalis aktif. Mereka menyerang umat Katolik sebagai pembalasan atas tindakan IRA, dan di Belfast terjadi konflik sektarian yang menewaskan hampir 500 orang, kebanyakan dari mereka adalah orang Katolik.

Pada Mei 1921, Irlandia dipartisi di bawah hukum Inggris oleh Pemerintah Irlandia Act, yang menciptakan Irlandia Utara. Kedua belah pihak sepakat untuk gencatan senjata pada tanggal 11 Juli 1921.

Pembicaraan pasca-gencatan senjata menyebabkan penandatanganan Perjanjian Anglo-Irlandia pada tanggal 6 Desember 1921. Ini mengakhiri pemerintahan Inggris di sebagian besar Irlandia dan, setelah sepuluh -beberapa periode transisi diawasi oleh pemerintah sementara, Negara Bebas Irlandia diciptakan sebagai Dominion yang memerintah sendiri pada 6 Desember 1922.

Irlandia Utara tetap berada di dalam Kerajaan Inggris. Setelah gencatan senjata, kekerasan di Belfast dan pertempuran di daerah-daerah perbatasan Irlandia Utara berlanjut, dan IRA meluncurkan ofensif Utara yang gagal pada Mei 1922.

Pada Juni 1922, ketidaksepakatan di antara kaum republikan mengenai Perjanjian Anglo-Irlandia menyebabkan Perang Sipil Irlandia. Negara Merdeka Irlandia memberikan 62.868 medali untuk dinas selama Perang Kemerdekaan, 15.224 di antaranya diberikan kepada pejuang IRA di Kolom Terbang.

gesper666

Sabtu, 29 Agustus 2020

Kapal - Kapal Perang Legendaris pada Perang Dunia I

Kapal - Kapal Perang Legendaris pada Perang Dunia I

Dalam setiap perang yang tercatat dalam sejarah, peran kapal laut sangat berpengaruh dalam menentukan arah jalan perang. Terutama jika peperangan ini mengharuskan pasukan yang melakukan invasi melakukan penyeberangan lintas laut, sehingga negara/ kerajaan yang menguasai jalur perairan akan memiliki keuntungan strategis militer. Selain strategi militer yang handal, penguasaan jalur perairan juga ditentukan dengan semakin majunya teknologi perkapalan suatu negara. Sudah banyak kapal - kapal terkenal yang terjun dalam peperangan, termasuk saat perang dunia I dimana teknologi perkapalan sudah mulai modern dan setiap negara mempunyai kapal - kapal andalannya. Disini ane akan membahas beberapa kapal legendaris dalam perang dunia I yang terlibat dalam pertempuran laut. 

Spoiler for HMS Dreadnought ( Inggris )


Spoiler for FS Bouvet ( Prancis )


 

Spoiler for SMS Scharnhorst ( Jerman )



Spoiler for SMS Goeben ( Jerman ) / Yavuz Sultan Selim ( Turki )



Spoiler for SMS Breslau ( Jerman ) / Midilli ( Turki )




Itu tadi kapal - kapal legenda yang bertempur dalam perang dunia I, dimana kapal - kapal ini mengalami dinamika dalam perjalanannya. Ada yang tenggelam, ada yang menjadi museum, bahkan ada yang menjadi besi tua. Tapi walaupun aksi mereka sudah tercatat dalam sejarah, dan tidak dipungkiri perlombaan teknologi kapal tempur dimulai pada perang dunia I ini. 

I
Sumber : Disini Disini Disini Disini Disini