Ngomong- ngomong tentang adat Istiadat maka Suku Sunda ini juga merupakan salah satu suku sunda yang sangat kaya dengan adat dan istiadat suku nya.
Hingga saat ini, Suku Sunda sendiri juga masih menghargai, dan memelihara sekali peninggalan adat istiadat yang telah ditinggalkan oleh leluhur sunda pada jaman dahulu.
Nah kali ini admin akan memberikan informasi tentang suku sunda, mulai dari kebudayaan sunda sendiri, sejarah, adat dan istiadat suku sunda, dan bahasa nya sekaligus akan diterangkan pada artikel kali ini Penasaran yaa heheh..?
Yuk, langsung saja kita simak bersama-sama informasi yang telah ditulis pada artikel dibawah ini, selamat menyamak teman teman semua
Mengenai Tentang Sejarah Suku Sunda
Sunda adalah semacam nama kerajaan yang baru muncul kurang lebih pada abad yang ke-8 sebagai penerus Kerajaan Tarumanegara pada jaman dahulu. Pusat kerajaan sunda tersebut berada di daerah Kota Bogor, yang mana kota bogor ini dahulu belum menjadi kota tidak seperti sekarang ini yang sudah padat dengan penduduk dan gedung-gedung.
Sejarah Suku Sunda menjumpai fase-fase yang baru, karena arah tepi utara di Jayakarta dulu masuk kedalam kekuasaan oleh kompeni Belanda pada sejak tahun 1610, dan dari arah pelosok bagian timur itulah, masuk kedalam kekuasaan Kerajaan Mataram pada sejak tahun 1625.
Pada tahun 1949, nama sunda ini merupakan sebuah nama yang sudah lama dipakai untuk menamai daerah bagian dataran laut dibagian barat wilayah India Timur, sedangkan pada dataran-dataran bagian tenggara itu dinamai juga dengan nama Sahul Suka Sunda merupakan kelompok suku yang asalnya dari bagian barat Pulau Jawa, di Negara Indonesia.
Daerah tersebut juga sering disebut oleh masyarakat terdahulu itu dengan sebutan Tanah Pasundan, atau Tatar Sunda.
Sejarah Kebudayaan Suku Sunda
Suku Sunda sendiri juga mempunyai kebudayaan yang khas dari suku ini, yang mana Kebudayaan Sunda ini banyak memiliki daya tarik yang luar biasa oleh para wisata-wisatawan yang berkunjung kedaerah Suku Sunda tersebut.
Suku Sunda juga banyak menawarkan beberapa kesenian dan kerajinan, dan kebudayaan yang terdapat di Jawa Barat.
Tapi apa saja kesenian, dan kebudayaan yang ada didaerah Jawa Barat itu? Karena kebudayaan dan kesenian Suku Sunda ini sangat banyak sekali serta bervariasi.
A. Pakaian Adat Khas Suku Sunda
Ketika sedang bergaya dengan pakaian khas sunda ini, maka penduduk sunda sudah bisa mengenali beberapa jenis pakaian adat yang didasarkan pada fungsinya masing masing, umur dan tingkatan sosial kependudukan dalam pemakainnya.
Tingkatan pemakain pada pakaian adat ini berdasarkan tingkat ekonomi sosial pemakainya, misalnya seperti pakaian adat Jawa Barat dapat dibedakan menjadi 3 jenis pakaian, seperti pakaian kaum menengah, pakaian kaum bangsawan, bahkan pakaian rakyat jelata pun juga ada.
1. Pakaian Adat Sunda Untuk Kaum Menengah Ke Atas
[b]
Mempunyai kelas yang sangat berbeda engan para rakyat jelata, berbeda juga dengan cara tampilannya. Bagi mereka yang bisa terbilang sebagai kaum menengah ke atas dalam strata sosial yang cukup tinggi, maka pemakaian pakaian adat Jawa Barat dikhususkan dengan adanya tambahan-tambahan pernak-pernik terhadap pakaian yang dipakai tersebut.
Para lelaki atau pria selain memakai baju yang berwarna putih juga memakai alas kaki sandal tarumpah, kain kebat dengan motif batik, sabuk (beubeur), dan ikat kepala, mereka juga menggunakan rantai yang terbuat dari emas (arloji) yang akan digantungkan pada saku baju mereka sebagai simbol kelengkapan dalam berbusana adat.
2. Pakaian Adat Sunda Untuk Rakyat Jelata
Untuk para rakyat jelata suku sunda pada zaman dahulu, para pria-pria sunda pada masa dulu selalu menggunakan busana pakaian yang sangat sederhana sekali dan bisa dibilang seperti orang kurang mampu, mereka pria-pria itu hanya menggunakan celana komprang saja, atau celana pangsi yang mana celana mereka tersebut dilengkapi dengan kain, atau sabuk yang terbuat dari kulit.
Untuk atasan, pakaian kampret atau disebut juga salontren yang dilengkapi dengan sarung poleng, kemudian mereka selempangkan menyilang pada bagian bahu mereka itu dan tidak pernah lepas dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Pakaian adat suku sunda tersebut juga dilengkapi dengan penutup kepala, yang mana penutup tersebut adalah penutup kepala itu yang bernama ikat logen model hanjuan nangtung, dan menggunakan alas kaki berupa terompah yang terbuat dari kayu.
Bagi para wanita nya sendiri, juga menggunakan pakaian adat Jawa Barat yang bisa dibilang bahwa pakaian adat tersebut sangat begitu sederhana, Mereka para wanita tersebut memakai perlengkapan seperti sinjang kebat, beubeur, kamisol, kebaya, baju, dan selendang dengan motif batik adalah menjadi pilihan utama para wanita pada zaman itu.
3. Pakaian Adat Sunda Untuk Para Kaum Bangsawan
Untuk para kaum orang besar atau bangsawan, mereka biasa memakai pakaian adat sunda dengan begitu rapi yang memiliki simbol-simbol keagungan. Oleh karena itu, dari beberapa segi desain pakaian mereka begitu terlihat mewah dan elegant, pakaian tersebut juga terlihat sebagai pakaian adat suku sunda Jawa Barat yang paling rumit dan jarang dimiliki oleh siapapun.
Untuk para pra-pria di kaum bangsawan ini, pakaian adat sunda yang akan mereka gunakan yaitu sebuah jas tutup yang berbahan halus dan berwarna hitam yang mana jas tersebut disulam dengan benang yang terbuat dari emas yang menyusuri sampe ke tepi, dan ujung lengan nya.
Begitu juga dengan celana panjang yang mereka gunakan itu sama sekali mirip dengan baju yang mereka gunakan, kain dodot motif rengreng parang rusak, benten atau sabuk emas, bento untuk penutup kepala, dan selop hitam yang digunakan sebagai alas kaki mereka.
Bagi para wanita nya sendiri, biasanya para wanita kaum bangsawan ini sering menggunakan pakaian adat Jawa Barat yang bermodel seperti kebaya beludru yang berwarna hitam, yang disulam dengan menggunakan benang emas, kain kebat yang bermotif rereng, dan menggunakan selop yang memiliki bahan beludru dan di hiasai juga oleh sulaman manik-manik yang mewah untuk mempercantik penampilan pada baju tersebut.
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa di negara Mesir memang terdapat bangunan piramida yang menarik perhatian. Selain karena keindahannya, piramida tersebut juga selalu memberikan kesan misteri terkait proses pembangunannya. Banyak pro kontra yang tejadi terhadap bangunan tersebut. Ada yang beranggapan bahwa piramida yang agung itu dibangun oleh alien. Namun banyak juga yang menyangkal argumen tersebut dan percaya bahwa bangunan piramida hanya dibangun oleh manusia biasa.
Tapi disini ane gak akan ngebahas tentang konspirasi tersebut ya GanSist. Kali ini ane ingin membeberkan alasan masyarakat bangsa Mesir kala itu membangun piramida. Pasti kalian penasaran dong. Gak usah bertele-tele deh, langsung aja baca thread ini sampai habis ya!
Perlu diketahui kalau arsitek piramida pertama di Sakkara adalah seorang Menteri dari Raja Mesir Zoser yang bernama Imhotep. Nah, tujuan dari rancangan piramida yang dibangunnya tersebut adalah untuk melindungi mayat para raja dan juga Fir’aun yang sudah diawetkan menjadi mumi. Hal itu dilakukan agar jasadnya dapat terpelihara selamanya. Selain itu banyak juga harta yang disimpan dalam piramida agar tidak dicuri oleh pencuri makam. Makanya dalam piramida itu banyak sekali ruang-ruang penguburan yang dalam dan tersembunyi.
Apa alasan orang Mesir Kuno memelihara jasad Fir’aun di piramida? Jawabannya adalah karena mereka meyakini bahwa Fir’aun adalah Horus, anak laki-laki Ra, Dewa Matahari. Jadi, ketika Fir’aun meninggal, dia akan diseberangkan ke daratan mati, tempat dia akan dipertemukan kembali dengan ayahnya.
Karena dewa-raja mereka hidup selamanya, makanya orang-orang Mesir Kuno saat itu percaya bahwa selama mereka memelihara jasadnya, maka mereka akan diberkahi dan dilindungi, sehingga mereka akan memperoleh panen yang melimpah dan kemenangan dalam peperangan.
Anyway, setelah piramida pertama dibangun, beberapa piramida kemudian dibangun kembali. Dan, yang terbesar adalah piramida yang dibangun untuk Khufu. Panjang dari piramida itu di setiap sisinya adalah 230,4 meter dan tingginya 143 meter. Keempat sisinya pun menghadap tepat ke utara, selatan, timur, dan barat.
Dalam proses pembangunan piramida untuk Khufu ini, dibutuhkan banyak sekali material balok batu loh GanSist. Kira-kira ada sekitar 2,3 juta batu yang berat dari setiap batunya lebih dari 2000 kilogram alias 2 ton. Dan, yang paling mengagumkannya lagi adalah ada diantara batu tersebut yang beratnya mencapai 16 ton loh.
Selain itu jumlah pekerja yang membangun piramida ini pun ada banyak sekali. Berdasarkan catatan sejarah, ada ratusan ribu pekerja yang membangun piramida tersebut dalam rentang waktu kurang lebih 20 tahun. Lama sekali ya.
Nah, piramida yang paling populer adalah Piramida Agung di Giza. Piramida ini didirikan oleh Fir’aun Cheops sekitar lebih dari 4000 tahun yang lalu. Bangunan ini pun merupakan bangunan batu terbesar di dunia dan dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia kuno yang masih dapat dilihat hingga saat ini.
Dulunya, Piramida Agung di Giza memiliki sisi-sisi yang halus. Namun sekarang ini lapisan batu terluarnya telah terkikis membentuk titian seperti yang kita lihat di zaman sekarang.
Khontol sapi merupakan sebutan kue khas Banten yang bentuknya oval memanjang. Nama kudapan ini terbilang unik dan nyeleneh.
Khontol sapi merupakan jajanan pasar khas Banten khususnya wilayah Serang dan Cilegon. Hal ini disampaikan oleh Imam Munandar, penggiat kuliner sekaligus pengelola akun Instagram @Explore_Serang.
“Di daerah Serang sendiri ada juga menyebut Khontol sapi ini dengan sebutan jeledres. Kudapan baik sapi ini memang namanya cukup unik dan ekstrem karena penggunaan nama dari kelamin,” papar Imam Munandar kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2020).
Asal mula nama Khontol sapi “Kue ini unik dari segi nama karena bentuknya memang sekilas mirip "anunya sapi" oval lebih panjang,” kata Imam yang menjelaskan kenapa hidangan ini disebut Khontol sapi. Kue Khontol sapi terbuat dari tepung beras ketan, kemudian dilumuri gula cair. Jajanan pasar ini mempunyai rasa manis gurih.
Gula yang digunakan biasanya gula aren atau gula Jawa, serta ada juga yang pakai gula pasir.
Tekstur kudapan ini kenyal dan padat. Sekarang kue Khontol sapi lumayan susah ditemukan. Hanya tersisa beberapa penjual Khontol sapi, itu pun sangat jarang. “Tetapi jika di perkampungan di Kota Serang dan sekitarnya masih sering dijumpai pedagang kudapan ini,” jelas Imam. Imam menuturkan bahwa orang Serang biasa menyantap Khontol sapi bersama dengan minum kopi, teh, atau minuman lain sesuai selera.
Sajian ini bisa disantap saat sarapan maupun sore hari sambil menunggu adzan Maghrib. Selain Khontol sapi, Imam menyampaikan bahwa Banten mempunyai sejumlah kuliner khas dengan nama nyeleneh. Beberapa di antaranya adalah awug-awug, sayur belohok, kue gengsot, dan bontot.
JayengSekar , Kesatuan Polisi Pribumi Berkuda bentukan Daendels Pasukan kavaleri Jayengsekar justru jarang disebut dan minim info padahal perannya sbg pasukan keamanan cukup vital. Kebetulan ada media yg cukup lengkap membahasnya.
Quote:
Polisi Khusus Bentukan Daendels Pasukan penjaga setiap jengkal tanah di wilayah Jawa. Membangkang ketika reputasinya menanjak.
DI zaman kolonial, Tegal yang terletak di pantai utara Jawa Tengah, merupakan daerah pemasok beras ke bagian timur Nusantara. Karena punya nilai strategis, pemerintah kolonial secara khusus memproteksi kawasan ini.
Pramoedya Ananta Toer dalam Jalan Raya Pos, Jalan Daendels menyebut keamanan di kota Tegal dilakukan oleh sejenis kesatuan polisi pribumi berkuda. Mereka berseragam dan berpeci biru dengan senjata kelewang dan pistol. Kesatuan tersebut dinamai: Jayeng-sekar.
“Pasukan ini berada di bawah perintah masing-masing kepala distrik (kabupaten) tetapi di ibukota karesidenan (prefektur setara provinsi, red.) di bawah pejabat kulit putih,” tulis Pram.
Prajurit Pilihan
Dalam Kamus Sansekerta Indonesia, Jayengsekar berarti nama kesatuan prajurit kraton. Pakar sejarah militer Indonesia, Nugroho Notosutanto menyebut Jeyengsekar sebagai salah satu diantara penerus tradisi keprajuritan Indonesia dalam bentuk yang sudah dicampuri unsur-unsur Barat. Pasukan khusus ini berupa detasemen kavaleri yang dibentuk oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels. Prajurit Jayengsekar direkrut dari kalangan anak-anak elite pribumi yang tak tertampung dalam birokrasi kolonial. Mereka juga tak dapat bekerja sebagai petani karena terbentur kelas sosial.
Pada 1 September 1808, Daendels melakukan reorganisasi pemerintahan di Pantai Timur Laut Jawa dan ujung timur Jawa. Daendels tetap mempertahankan bupati sebagai penguasa tertinggi orang pribumi dan harus mengikuti perintah prefek, penguasa orang Eropa. Maka pada setiap prefektur dibentuk pasukan pengawal pribumi yang disebut Jayengsekar yang berjumlah antara 50–100 orang, tergantung dari luasnya wilayah.
Menurut Nugroho dalam Tentara Peta pada Jaman Pendudukan Jepang di Indonesia dengan memobilisasi prajurit Jayengsekar, pemerintah Belanda mencapai dua tujuan. Pertama, mencegah terjadinya pengangguran yang mungkin akan menjadi elemen berbahaya dalam masyarakat kolonial. Kedua, mereka bisa dikerahkan untuk mengisi kekurangan tenaga militer; melakukan tugas kepolisian sewaktu-waktu terjadi gejolak.
Berasal dari anak negeri pilihan, Prajurit Jayengsekar dikenal cerdas dan tangkas. Mereka mendapat pelatihan militer, senjata (bayonet, sangkur, dan pistol), dan kuda berkualitas. Penggunaan seragam dan tanda-tanda kemiliteran secara khusus kian menan dai ciri Jayengsekar sebagai polisi profesional.
Tersebar di sembilan prefektur, Jayengsekar bertugas menjaga keamanan dan melindungi warga di wilayahnya. Mereka dipimpin oleh perwiranya sendiri –berpangkat setara bupati– yang berjumlah tiga orang untuk setiap daerah komando. Sementara para bintara dan prajurit Jayengsekar diberikan pangkat setara para mantri besar dan mantri kecil agar berbeda dengan orang kebanyakan.
“Pasukan Jayengsekar akan memperoleh sejumlah petak sawah di setiap distriknya,” tulis Djoko Marihandono dalam disertasinya di Universitas Indonesia berjudul “Sentralisme Kekuasaan Pemerintahan Herman Willem Daendels di Jawa 1808–1811. “Sawah-sawah yang digunakan sebagai ganti gaji para prajurit Jayengsekar diambil dari seluruh kabupaten yang berada di bawah prefektur sesuai dengan luas tanah dan jumlah penduduknya,”
Berdasarkan pasal 25 Ordonantie den 18 Augustus 1808, Djoko Marihandono mencatat sejumlah pasukan Jayengsekar di berbagai prefektur. Untuk wilayah Tegal dibentuk 80 pasukan Jayengsekar dengan kekuatan 80 prajurit; Pekalongan 50 prajurit; Semarang 100 prajurit; Jepara 100 prajurit; Rembang 50 prajurit; Gresik 50 prajurit; Surabaya 80 prajurit; Pasuruan 100 prajurit; Sumenep 100 prajurit. Selama tiga tahun memerintah Jawa, Daendels melaporkan kepada kaisar Prancis Napoleon Bonaparte bahwa dirinya telah merekrut sebanyak 13.838 pasukan Jayengsekar.
Dibubarkan
Jayangsekar tercatat dalam berbagai palagan penting. Ketika Inggris menyerbu Jawa pada 1811, Jayengsekar ikut memperkuat pertahanan Belanda yang saat itu dipimpin Gubernur Jenderal Janssens. Dalam Pertempuran Jatingaleh di Semarang, sebanyak 50 prajurit Jayengsekar menjadi garda terakhir.
“Mereka gagah berani, namun jumlahnya tidak mencukupi,” tulis sejarawan Prancis Jean Rocher dalam Perang Napoleon di Jawa 1811: Kekalahan Memalukan Gubernur Jenderal Janssens.
Sejarawan Universitas Indonesia Saleh As'ad Djamhari juga mengungkap keterlibatan Jayangsekar dalam Perang Diponegoro. Dalam disertasinya “Stelsel Benteng dalam Pemberontakan Diponegoro 1827–1830, Saleh mencatat sebanyak satu detasemen Jayengsekar dari Tegal didatangkan untuk menghadang pasukan Diponegoro yang hendak menyerang benteng Belanda di Bagelen. Pada operasi militer lain, barisan Jayengsekar dari Kendal masuk ke dalam Kolone Mobil 11 pimpinan Mayor Michiels. Ekspedisi yang diperintahkan Jenderal de Kock tersebut bertujuan untuk merebut dan menguasai kembali wilayah Mataram, Bagelen, dan Ledok selama tahun 1828.
Begitu pula, Jayengsekar berperan dalam memadamkan kerusuhan di Cirebon pada 1830. Dalam perkembangannya, Jayengsekar menjadi kekuatan polisional yang begitu diandalkan pemerintah kolonial. Tetapi lambat laun, kemunduran terjadi pada mereka. Akibatnya disipilin pasukan memudar. Gejala pembangkangan yang mulai terlihat membuat pemerintah bersiap membubarkan Jayengsekar.
“Pasukan Jayengsekar yang merasa dirinya berjasa, akhirnya sukar dikendalikan karena merasa kedudukannya terlalu tinggi untuk menjalankan tugas-tugas polisi, sehingga mereka sebagai aparatur kepolisian sudah tidak memenuhi syarat-syarat lagi,” tulis Suparno dalam Perkembangan Kepolisian dari Zaman Klasik–Modern.
Dalam roman sejarah berjudul Semua untuk Hindia, Iksaka Banu menggurat sisi lain di balik pembangkangan pasukan Jayengsekar. Tak ada lagi kesetiaan dan rasa terimakasih dari mereka terhadap pemerintah kolonial. Mengapa? “Mereka melihat tuan-tuan mereka bukan orang terhormat yang bisa menjadi teladan. Tuan-tuan mereka memelihara gundik, melakukan kimpoi campur, serta segala bentuk kebejatan moral lain.”
Pada 1874, sebagaimana dikutip Nugroho Notosutanto dalam Encyclopaedie van Nederlandsch-Indie, unit terakhir Jayengsekar dileburkan ke resimen kavaleri kolonial. Sementara Jean Rocher menyebut, kesatuan Jayengsekar yang tersisa menjadi cikal bakal pasukan elite Marsose dalam Perang Aceh.
Perang gerilya yang terjadi di Irlandia dari 1919 hingga 1921 antara Tentara Republik Irlandia (IRA, tentara Republik Irlandia) dan pasukan Inggris: Angkatan Darat Inggris, bersama dengan koalisi-militer Royal Irish Constabulary (RIC) dan pasukan paramiliternya Auxiliaries dan Ulster Constabulary Khusus (USC). Itu adalah peningkatan periode revolusioner Irlandia ke dalam peperangan
Pada bulan April 1916, republiken Irlandia meluncurkan Paskah Meningkat melawan pemerintahan Inggris dan memproklamirkan Republik Irlandia. Meskipun hancur setelah seminggu pertempuran, Paskah Meningkat dan respon Inggris menyebabkan dukungan rakyat yang lebih besar untuk kemerdekaan Irlandia. Dalam pemilihan Desember 1918, partai republik Sinn Féin memenangkan kemenangan besar di Irlandia.
Pada 21 Januari 1919 mereka membentuk pemerintahan yang memisahkan diri (Dáil Éireann) dan mendeklarasikan kemerdekaan Irlandia. Hari itu, dua petugas RIC ditembak mati dalam penyergapan Soloheadbeg oleh relawan IRA yang bertindak atas inisiatif mereka sendiri.
Perang Kemerdekaan Irlandia
Konflik berkembang secara bertahap. Untuk sebagian besar tahun 1919, kegiatan IRA melibatkan penangkapan senjata dan membebaskan tahanan republik, sementara Dáil mulai membangun negara. Pada bulan September, pemerintah Inggris melarang Dáil dan Sinn Féin dan konflik meningkat.
IRA mulai menyergap patroli RIC dan Angkatan Darat Inggris, menyerang barak mereka dan memaksa barak yang terisolasi ditinggalkan. Pemerintah Inggris mendukung RIC dengan rekrutmen dari Inggris — Black dan Tans dan Auxiliaries — yang menjadi terkenal karena disiplin buruk dan serangan balas dendam terhadap warga sipil, beberapa di antaranya disahkan oleh pemerintah Inggris.
Dengan demikian konflik kadang-kadang disebut Perang Black dan Tan. Konflik itu juga melibatkan pembangkangan sipil, terutama penolakan para pekerja kereta api Irlandia untuk mengangkut pasukan Inggris atau pasokan militer.
Pada pertengahan 1920, kaum republikan memenangkan kendali atas sebagian besar dewan county, dan otoritas Inggris ambruk di sebagian besar wilayah selatan dan barat, memaksa pemerintah Inggris untuk memperkenalkan kekuatan darurat. Sekitar 300 orang terbunuh pada akhir 1920, tetapi konflik meningkat pada bulan November.
Pada hari Minggu Berdarah di Dublin, 21 November 1920, empat belas agen intelijen Inggris dibunuh di pagi hari; kemudian pada sore hari RIC menembaki kerumunan orang di pertandingan sepak bola Gaelic, menewaskan empat belas warga sipil dan melukai enam puluh lima.
Seminggu kemudian, tujuh belas Auxiliaries dibunuh oleh IRA di Kilmichael Ambush di County Cork. Pemerintah Inggris menyatakan darurat militer di banyak bagian selatan Irlandia.
Pusat kota Cork terbakar oleh pasukan Inggris pada bulan Desember 1920. Kekerasan terus meningkat selama tujuh bulan ke depan, ketika 1.000 orang tewas dan 4.500 republiken diinternir. Sebagian besar pertempuran terjadi di Munster (khususnya County Cork), Dublin dan Belfast, yang bersama-sama menyaksikan lebih dari 75 persen kematian akibat konflik.
Konflik di Ulster timur laut memiliki aspek sektarian. Sementara minoritas Katolik di sana kebanyakan mendukung kemerdekaan Irlandia, mayoritas Protestan sebagian besar adalah serikat / loyalis.
Perang Britania
Sebuah Constabulary Khusus dibentuk, sebagian besar terdiri dari Protestan, dan paramiliter loyalis aktif. Mereka menyerang umat Katolik sebagai pembalasan atas tindakan IRA, dan di Belfast terjadi konflik sektarian yang menewaskan hampir 500 orang, kebanyakan dari mereka adalah orang Katolik.
Pada Mei 1921, Irlandia dipartisi di bawah hukum Inggris oleh Pemerintah Irlandia Act, yang menciptakan Irlandia Utara. Kedua belah pihak sepakat untuk gencatan senjata pada tanggal 11 Juli 1921.
Pembicaraan pasca-gencatan senjata menyebabkan penandatanganan Perjanjian Anglo-Irlandia pada tanggal 6 Desember 1921. Ini mengakhiri pemerintahan Inggris di sebagian besar Irlandia dan, setelah sepuluh -beberapa periode transisi diawasi oleh pemerintah sementara, Negara Bebas Irlandia diciptakan sebagai Dominion yang memerintah sendiri pada 6 Desember 1922.
Irlandia Utara tetap berada di dalam Kerajaan Inggris. Setelah gencatan senjata, kekerasan di Belfast dan pertempuran di daerah-daerah perbatasan Irlandia Utara berlanjut, dan IRA meluncurkan ofensif Utara yang gagal pada Mei 1922.
Pada Juni 1922, ketidaksepakatan di antara kaum republikan mengenai Perjanjian Anglo-Irlandia menyebabkan Perang Sipil Irlandia. Negara Merdeka Irlandia memberikan 62.868 medali untuk dinas selama Perang Kemerdekaan, 15.224 di antaranya diberikan kepada pejuang IRA di Kolom Terbang.
Dalam setiap perang yang tercatat dalam sejarah, peran kapal laut sangat berpengaruh dalam menentukan arah jalan perang. Terutama jika peperangan ini mengharuskan pasukan yang melakukan invasi melakukan penyeberangan lintas laut, sehingga negara/ kerajaan yang menguasai jalur perairan akan memiliki keuntungan strategis militer. Selain strategi militer yang handal, penguasaan jalur perairan juga ditentukan dengan semakin majunya teknologi perkapalan suatu negara. Sudah banyak kapal - kapal terkenal yang terjun dalam peperangan, termasuk saat perang dunia I dimana teknologi perkapalan sudah mulai modern dan setiap negara mempunyai kapal - kapal andalannya. Disini ane akan membahas beberapa kapal legendaris dalam perang dunia I yang terlibat dalam pertempuran laut.
Spoiler for HMS Dreadnought ( Inggris ):
HMS Dreadnought mulai dibuat pada 2 Oktober 1905 dan selesai pada 10 Februari 1906. Kapal ini merupakan kapal yang paling canggih pada masa itu, bahkan nama Dreadnought sendiri memiliki arti tidak takut apa pun dan dijadikan tipe kelas dalam dunia perkapalan. Dreadnought adalah kapal perang pertama di masanya yang memiliki senjata utama yang seragam. Dia juga kapal perang pertama yang memiliki oleh turbin uap, sehingga menjadikannya kapal perang tercepat di dunia pada saat itu. Peluncurannya memicu perlombaan senjata angkatan laut di seluruh dunia, terutama Angkatan Laut Kekaisaran Jerman yang bergegas untuk mengejar ketinggalannya dalam persiapan apabila terjadi perang. Ironisnya bagi kapal yang dirancang untuk menyerang kapal perang musuh, satu-satunya tindakan signifikannya dalam perang dunia I adalah menabrak dan menenggelamkan kapal selam Jerman U-29, yang dipimpin oleh Otto Weddigen , pada 18 Maret 1915. U - Boat nomor 29 muncul ke permukaan tepat di depan Dreadnought setelah menembakkan torpedo ke Neptunus, dan Dreadnought menabrak kapal selam itu menjadi dua. Dengan demikian HMS Dreadnoughtmenjadi satu-satunya kapal perang yang dengan tidak sengaja menenggelamkan kapal selam musuh dengan cara menabraknya. Selebihnya selama perang dunia I kapal ini hanya ditugaskan menjaga pesisir Inggris dan laut utara.
HMS Dreadnought memiliki panjang 160 m, lebar 25 m, dan ketinggian 9 m. Kapal ini juga dilengkapi dengan 2 mesin turbin uap sehingga memiliki kecepatan mencapai 21 knot, merupakan kapal tercepat dikelasnya pada saat itu.
Foto diatas merupakan salah satu meriam utama yang dimiliki HMS Dreadnought, berjenis Mark X 12 Inci ( 300 mm ) dengan turret laras ganda. HMS Dreadnought memiliki 5 turret laras ganda dikapalnya dengan 2 turret meriam dibagian belakang, dua turret di bagian tengah masing - masing satu dikiri kanan kapal, dan satu turret pada bagian depan. Jika jenis kapal - kapal perang sebelumnya memiliki ukuran meriam utama yang berbeda - beda maka HMS Dreadnought merupakan jenis kapal pertama yang menyamakan jenis meriam utamanya, dan masing - masing turret memiliki jumlah peluru sebanyak 80 butir.
Selain meriam utama HMS Dreadnought juga dilengkapi dengan meriam ringan berjenis QF 6-pounder Hotchkiss diletakan diatas atap turret meriam utama, dan masing - masing turret memiliki sepasang meriam QF 6-pounder Hotchkiss diatapnya. Meriam ini selain berfungsi untuk menjadi meriam anti serangan udara, jga berfungsi untuk memberikan kerusakan pada kapal - kapal yang diserang.
Spoiler for FS Bouvet ( Prancis ):
Bouvet adalah kapal perang buatan Angkatan Laut Prancis yang dibangun pada tahun 1890-an. Dia adalah anggota dari kelompok lima kapal perang yang sangat mirip, bersama dengan Charles Martel, Jaureguiberry, Carnot, dan Massena, yang diperintahkan untuk mengikuti kapal kelas Royal Sovereign Kerajaan Inggris. Bouvet adalah kapal terakhir dari grup yang akan dibangun, dan desainnya didasarkan pada Charles Martel. Ketika pecah perang dunia I pada tahun 1914, pasukan bantuan Prancis banyak terdapat di Afrika Utara yang merupakan pasukan - pasukan kolonial Afrika Prancis dan pasukan legiun asing Prancis. Sehingga untuk mengirimkan pasukan - pasukan ini dibutuhkan konvoi kapal perang, dan FS Bouvet serta sebagian besar armada lainnya digunakan untuk mengawal konvoi pasukan menyeberang ke Prancis selatan. Bouvet dan beberapa kapal perang lainnya juga digunakan untuk berpatroli dalam menghadang pengiriman barang selundupan di Mediterania tengah. FS Bouvet terkenal di kalangan angkatan laut Austria - Hungaria sebagai hantu laut tengah, karena kapal ini bisa sangat cepat dan tidak terkejar oleh kapal - kapal perang Austria - Hungaria. Bahkan pernah ada cerita kalau FS Bouvet pernah berlayar melewati kapal selam Austria - Hungaria tanpa harus melempar bom bawah laut ke arah kapal selam Austria - Hungaria, hal ini disebabkan karena terjadi miskomunikasi pada kapal selam tersebut sehingga mengira FS Bouvet yang berlayar diatas mereka merupakan kapal kargo.
FS Bouvet memiliki panjang 122 m, lebar 21.5 m, dan tinggi 8 m, dengan berat tonase 12.200 ton. Memiliki kecepatan maksimum mencapai 18 knot (33 Km/Jam), tercepat dikalangan kapal - kapal kelas Pre-Dreadnought. Bouvet memiliki dua meriam utama jenis Canon de 305 mm Modele 1893, dalam turret meriam laras tunggal. Masing - masing satu didepan dan satu dibelakang. Selain itu ada juga dua meriam Canon de 274 mm Modele 1893 dalam dua turret laras tunggal, di bagian tengah kapal di sisi kiri maupun kanan.
Pada tanggal 18 Maret 1915, armada gabungan Inggris - Prancis melakukan operasi serangan ke sebuah benteng Turki Ottoman dalam lanjutan kampanye Dardanelles. Pertempuran sengit terjadi dimana duel meriam kapal melawan meriam artileri Turki, dan tanpa disangka - sangka pertempuran ini dimenangkan oleh pihak Turki. Bouvet yang beriringan dengan kapal Prancis lain FS Suffren menderita banyak kerusakan setelah dihantam peluru - peluru artileri Turki, jam 2 siang Bouvet mulai berlayar meninggalkan area pertempuran. Kebakaran serius terjadi pada anjungan komando kapal, dapa dilihat di foto Bouvet terbakar dengan asap pekat yang membumbung diatas kapalnya. Total 8 peluru artileri Turki menghantam Bouvet.
Bouvet pun mulai berlayar ke selatan dari celah sempit Dardanelles, tetapi belum lama meninggalkan area pertempuran terjadi ledakan besar pada lambung kapal Bouvet. Beberapa kapal perusak inggris yang melihat kejadian itu kemudian bergegas menuju Bouvet, tapi sangat disayangkan dalam waktu 2 menit setelah ledakan Bouvet sudah tenggelam. HMS Mosquito yang sudah sampai duluan hanya dapat mampu menyelamatkan 75 kru kapal, sedangkan 24 perwira dan 619 kru kapal lainnya tewas tenggelam maupun karena ledakan. Banyak yang berspekulasi ledakan terjadi karena gudang peluru yang berada di lambung kapal meledak karena tersulut panas api kebakaran, tapi setelah dilakukan penyelidikan ternyata FS Bouvet terkena ranjau laut yang sudah disiapkan Turki seminggu sebelum serangan, dan ranjau laut itu tidak diketahui sekutu.
Spoiler for SMS Scharnhorst ( Jerman ):
SMS Scharnhorst adalah kapal penjelajah lapis baja Angkatan Laut Kekaisaran Jerman, yang dibangun di galangan kapal Blohm & Voss di Hamburg, Jerman. Dia adalah pemimpin kapal di kelasnya, termasuk SMS Gneisenau. Scharnhorst dibuat pada 22 Maret 1905 dan selesai pada 23 Maret 1906. Sempat ditugaskan pada armada laut utara Jerman namun hanya sebentar, karena pada tahun 1909 Scharnhorst ditugaskan ke Armada Asia Timur Jerman yang berbasis di Tsingtao, Cina. Kapal ini menggantikan kapal penjelajah Furst Bismarck sebagai kapal induk armada, posisi yang dipegang sampai tenggelamnya nanti. Selama lima tahun berikutnya, Scharnhorstmelakukan beberapa tur di berbagai pelabuhan Asia, kapal ini juga dikomandani oleh Admiral legendaris Jerman Maximilian von Spee dan hadir di Jepang untuk penobatan Kaisar Taisho pada tahun 1912.
SMS Scharnhorst memiliki panjang 144 m, lebar 21 m, dan tinggi 8.37 m. Sedangkan berat tonase kapal ini adalah 12.985 ton. Kapal ini memiliki kecepatan maksimal 22.5 knots ( 42 Km/Jam ). Scharnhorst juga dipersenjatai dengan 8 meriam Schnelladekanone Lange 40 berukuran 8.3 inci ( 21 cm ) yang terdapat pada empat turret meriam laras ganda. Selain itu ada 6 meriam Schnelladekanone Lange 40 berukuran 5.9 inci ( 15 cm ).
SMS Scharnhorst terlihat paling depan disusul SMS Gneisenau dan kapal - kapal Armada Asia Timur Jerman. Sebelum perang dunia I Scharnhorst sering mengunjungi daerah - daerah di Asia Timur dan Asia Tenggara, bahkan Scharnhorst pernah tercatat mengunjungi Sumatera dan Batavia!. Ketika pecah perang dunia I, armada Asia Timur harus menghadapi negara - negara sekutu yang waktu itu memiliki banyak wilayah kolonialnya di Asia. SMS Scharnhorst tercatat terlibat dalam dua pertempuran laut di perang dunia I, yang pertama adalah pertempuran Coronel dimana SMS Scharnhorst berhasil menenggelamkan salah satu kapal terbaik Inggris di Asia Timur HMS Good Hope. Dan terlibat juga dalam pelayaran ke kepulauan Falkland dimana Armada yang dipimpin Scharnhorst bertemu dengan armada Inggris, dan disinilah SMS Scharnhorst harus tenggelam setelah ditembak bertubi - tubi oleh HMS Inflexible.
Lukisan diatas merupakan ilustrasi tenggelamnya SMS Scharnhorst dengan latar belakang kapal yang berhasil menghantam Scharnhorst, HMS Inflexible. Admiral Von Spee dan seluruh kru kapal SMS Scharnhorst tenggelam, hampir seluruh armada Asia Timur Jerman tenggelam kecuali SMS Emden yang berhasil kabur tapi dengan keadaan kapal yang cukup parah.
Spoiler for SMS Goeben ( Jerman ) / Yavuz Sultan Selim ( Turki ):
SMS Goeben adalah kapal yang terakhir dibuat dari dua penjelajah tempur kelas Moltke Angkatan Laut Kekaisaran Jerman, diluncurkan pada tahun 1911. Setelah pecahnya Perang Dunia I pada 28 Juli 1914, Goeben dan Breslau membombardir posisi Prancis di Afrika Utara dan kemudian menghindari pasukan angkatan laut Inggris di Mediterania dan mencapai Konstantinopel. Kedua kapal tersebut diberikan kepada ke Kekaisaran Ottoman pada 16 Agustus 1914, dan Goeben menjadi andalan Angkatan Laut Ottoman sebagai Yavuz Sultan Selim, biasanya disingkat menjadi Yavuz. Pemberian kedua kapal ini kepada Kesultanan Turki Ottoman menjadi salah satu yang menjadi alasan Turki akhirnya bergabung pada blok poros bersama Jerman dan Austria - Hungaria, sehingga kedua kapal ini disebut sebagai kapal pengubah jalan perang dunia I.
SMS Goeben memiliki panjang 186 m, lebar 29 m dan tinggi 9 m. Berat tonase kapal ini 22.979 ton. Kecepatan kapal ini dapat mencapai 25.5 Knot ( 47 Km/Jam ). Turki yang sebelumnya sangat kecewa dengan sikap Inggris karena telah membatalkan pesanan kapal tempur mereka, sangat senang mendapatkan kapal perang yang diberikan oleh Jerman ini.
Kapal ini dipersenjatai meriam tempur utama Schnelladekanone Lange 50 kaliber 11 inci ( 28 cm ) yang berjumlah 5 buah dengan turret laras ganda. Selain itu ada juga meriam Schnelladekanone Lange 45 dengan kaliber 5.9 inci ( 15 cm ) berjumlah 12 buah dan tersebar dibagian tengah kapal.
Foto diatas merupakan kunjungan Kaiser Jerman Wilhelm II ke Turki dan diundang untuk naik ke atas kapal SMS Goeben yang sudah menjadi milik Turki, dan berganti nama menjadi Yavuz Sultan Selim. Terlihat Kaiser Wilhelm II sedang berbincang dengan Sultan Mehmed V ( Agak membungkuk ).
Foto diatas merupakan baling - baling dari kapal SMS Goeben yang dijadikan monumen di kota Golcuk, Turki.
Spoiler for SMS Breslau ( Jerman ) / Midilli ( Turki ):
SMS Breslau adalah kapal penjelajah kelas Magdeburg milik Angkatan Laut Kekaisaran Jerman, dibangun pada awal 1910-an. Setelah menghindari kapal perang Inggris di Mediterania untuk mencapai Konstantinopel, Breslau dan Goeben diberikan kepada Kesultanan Turki Ottoman pada Agustus 1914, untuk membujuk Ottoman bergabung dengan Blok Sentral dalam Perang Dunia I. Kedua kapal, bersama dengan beberapa kapal Ottoman lainnya, menyerbu Pelabuhan Rusia pada Oktober 1914, dan memicu deklarasi perang Rusia terhadap Turki. Kapal-kapal tersebut masing-masing berganti nama menjadi Midilli dan Yavuz Sultan Selim.
SMS Breslau memiliki panjang 138 m, lebar 13.5 m, dan tinggi 4.4 m. SMS Breslau memiliki tonase berat mencapai 4.564 ton. SMS Breslau juga dipersenjatai dengan 12 meriam Schnelladekanone Lange 45 kaliber 4.1 inci ( 10.5 cm ), dan meriam ini memiliki jangkauan tembak pada ketinggian 12.700 m ( 41.700 kaki ) sehingga selain untuk menyerang kapal, meriam jenis ini bisa digunakan untuk meriam anti serangan udara.
Foto diatas merupakan kru kapal SMS Breslau yang nantinya akan dilebur menjadi kesatuan tempur angkatan laut Turki.
Itu tadi kapal - kapal legenda yang bertempur dalam perang dunia I, dimana kapal - kapal ini mengalami dinamika dalam perjalanannya. Ada yang tenggelam, ada yang menjadi museum, bahkan ada yang menjadi besi tua. Tapi walaupun aksi mereka sudah tercatat dalam sejarah, dan tidak dipungkiri perlombaan teknologi kapal tempur dimulai pada perang dunia I ini.